Karangasem

Bupati Karangasem Hadiri Pembukaan Hari Bulan Bung Karno Ke-VIII, Kobarkan Semangat “Kawya Atma Kerthi”

KARANGASEM, Jarrakposbali.com – Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan warisan pemikiran Proklamator bangsa, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, SE, hadir langsung dalam Pembukaan Hari Bulan Bung Karno Ke-VIII yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Bali, Senin (1/6/2026). Kehadiran Bupati Karangasem bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, para Kepala Daerah, serta Ketua DPRD se-Bali menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga dan menghidupkan semangat kebangsaan yang diwariskan oleh Bung Karno.

Suasana pembukaan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebangsaan. Momentum Hari Bulan Bung Karno bukan sekadar menjadi agenda tahunan seremonial, melainkan ruang refleksi untuk kembali menanamkan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pada peringatan tahun ini, tema yang diangkat adalah “Kawya Atma Kerthi” yang bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator. Tema tersebut membawa pesan mendalam agar seluruh masyarakat tidak hanya mengenang sosok Bung Karno melalui sejarah dan pidato-pidatonya, tetapi juga mampu menyalakan kembali api perjuangan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Semangat perjuangan Bung Karno mengajarkan bahwa kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diraih, melainkan juga sesuatu yang harus terus dijaga dan diisi dengan karya, pengabdian, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai gotong royong, persatuan, nasionalisme, dan keberanian untuk membangun bangsa harus terus hidup di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Bagi Kabupaten Karangasem, semangat tersebut menjadi pengingat penting bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik semata, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, budaya, dan semangat pengabdian kepada rakyat.

Peringatan Hari Bulan Bung Karno Ke-VIII ini juga menjadi pengingat bagi seluruh generasi, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan perjalanan panjang bangsa dalam meraih kemerdekaan. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan mampu menjadikan sejarah sebagai pijakan untuk melangkah menuju masa depan.

Seperti pesan Bung Karno yang terus menggema hingga saat ini: Jasmerah — Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Sebuah pesan yang tidak hanya menjadi semboyan, tetapi juga pengingat agar semangat perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa terus hidup dalam setiap langkah dan karya nyata bagi Indonesia. (Rno)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button