
BADUNG, jarrakposbali.com – Di Lapangan Sepak Bola Desa Baha, ribuan warga berkumpul merayakan Hari Ulang Tahun Ke-83 desa mereka. Suasana yang dipenuhi semangat kebersamaan itu menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pemerintah, dan para tokoh desa untuk merayakan perjalanan panjang Desa Baha sekaligus memperkuat arah pembangunan ke depan. Puncak peringatan yang ditandai dengan pemotongan tumpeng tersebut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, I Made Yudana, I Made Rai Wirata, dan I Made Suparta, Minggu (19/7).
Perayaan berlangsung meriah sejak pagi. Warga dari berbagai banjar, perangkat desa, tokoh adat, pemuda hingga pelaku UMKM terlibat dalam rangkaian kegiatan yang diawali dengan senam Garba Sari, Adi Cipta, dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kehadiran seluruh unsur desa memberikan gambaran bahwa hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat rasa memiliki terhadap desa yang terus berkembang.
“Saya sangat senang karena perayaan hari jadi ini melibatkan seluruh komponen desa, termasuk UMKM. Semoga Desa Baha selalu bersinar, semakin maju, serta masyarakatnya tetap kompak dan bersatu,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus mendukung pembangunan Desa Baha. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan lapangan desa agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas masyarakat sekaligus menunjang berbagai kegiatan sosial dan olahraga.
Menurutnya, pembangunan fisik perlu berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah terus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar.
“Kalau ada warga yang memenuhi syarat untuk program Beasiswa Nak Badung, jangan sampai terlewat. Saya ingin Badung dikenal bukan hanya karena pendapatan daerahnya, tetapi juga karena kualitas pendidikannya. Anak-anak yang kurang mampu pun harus memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan kuliah dengan dukungan pemerintah,” tegas Adi Arnawa.
Pesan tersebut disambut positif oleh pemerintah desa. Perbekel Desa Baha I Wayan Rusih menyampaikan bahwa usia ke-83 menjadi pengingat akan perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan desa. Semangat itulah yang terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah desa, desa adat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga.
Tahun ini, HUT Desa Baha mengangkat tema “Baha Grama Yasya Santi Raharja Catur Manggala”, yang mencerminkan harapan agar kehidupan masyarakat tetap damai, harmonis, makmur, dan sejahtera melalui sinergi seluruh elemen desa.
“Empat pilar utama, yaitu Perbekel, Bendesa Adat, para tokoh, dan masyarakat harus berjalan dalam satu tujuan. Keselarasan pemikiran dan tindakan menjadi kekuatan utama untuk membawa Desa Baha terus berkembang,” ungkap Perbekel Desa Baha I Wayan Rusih.
Peringatan HUT Ke-83 Desa Baha akhirnya meninggalkan pesan yang lebih besar daripada sekadar perayaan usia. Di tengah semangat kebersamaan yang terasa sepanjang acara, tersimpan harapan agar pembangunan desa terus bertumbuh dengan bertumpu pada pendidikan, persatuan, dan gotong royong. Ketika pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga adat, dan masyarakat bergerak dalam langkah yang sama, Desa Baha sedang membangun masa depannya dengan fondasi yang kuat, dimulai dari warganya sendiri.(JpBali).



