BeritaMangupura

Tiga Fraksi DPRD Badung Setujui Raperda Perubahan APBD 2026

MANGUPURA, jarrakposbali.com – Tiga fraksi di DPRD Kabupaten Badung kompak memberikan persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026. Persetujuan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027, Jumat (11/9/2026).

Pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra dan Fraksi Golkar menjadi bagian penting dalam pembahasan arah pembangunan Badung ke depan. Dukungan terhadap perubahan anggaran tersebut juga disertai sejumlah saran dan catatan yang dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung itu dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD Badung.

Dari pihak eksekutif, hadir Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, Forkopimda Badung, pimpinan instansi vertikal, jajaran direksi perusahaan daerah, tenaga ahli DPRD dan unsur terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, perhatian DPRD mengarah pada sejumlah kebutuhan strategis Badung, terutama pembangunan infrastruktur di kawasan yang menjadi pusat aktivitas pariwisata.

“Semua Fraksi dapat menyetujui Rancangan APBD Perubahan 2026,” kata Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti.

Gumanti mengatakan, persetujuan tersebut berjalan bersama sejumlah catatan konstruktif dari masing-masing fraksi. DPRD ingin perubahan anggaran yang telah disusun pemerintah benar-benar memberikan dampak terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.

Kawasan Kuta, Kuta Utara dan Kuta Selatan menjadi beberapa wilayah yang mendapat perhatian dalam pandangan fraksi. Infrastruktur di kawasan pariwisata dinilai perlu terus diperkuat karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, wisatawan dan perekonomian daerah.

“Terdapat beberapa penekanan juga tentang infrastruktur di wilayah-wilayah pariwisata kita, seperti daerah Kuta, Kuta Utara, serta Kuta Selatan,” ujar Anom Gumanti.

Selain infrastruktur, DPRD Badung juga mengingatkan pemerintah daerah terhadap potensi kebakaran yang perlu diantisipasi selama musim kemarau. Periode kemarau hingga November 2026 dinilai membutuhkan kesiapsiagaan lebih dari perangkat daerah teknis hingga aparat di tingkat bawah.

Koordinasi menjadi salah satu kunci yang ditekankan agar potensi kebakaran dapat ditekan. DPRD meminta jajaran teknis pemerintah daerah memperkuat komunikasi dengan aparat di wilayah masing-masing.

“Mengingat kejadian-kejadian sebelumnya banyak terjadi kebakaran, agar pemerintah, terutama OPD teknis selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan aparat bawahannya, supaya hal-hal tersebut tidak terjadi lagi,” tegas Anom Gumanti.

Dukungan DPRD terhadap perubahan APBD 2026 juga mendapat apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Pemerintah daerah menilai masukan dari tiga fraksi menjadi bagian penting dalam memastikan anggaran perubahan diarahkan pada kebutuhan pembangunan yang memiliki dampak langsung.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah sektor infrastruktur. Alokasi belanja infrastruktur mencapai sekitar 59,23 persen dari total belanja daerah. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat fasilitas publik sekaligus mendukung kawasan pariwisata Badung.

“Ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan wisatawan, khususnya dalam membenahi fasilitas publik serta memulihkan citra pariwisata Badung,” kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Sejumlah pekerjaan pun telah diarahkan untuk mendukung konektivitas dan kenyamanan kawasan pariwisata. Pemerintah memprioritaskan perbaikan dan pembangunan jaringan jalan, penataan pedestrian hingga pemindahan jaringan utilitas kabel ke bawah tanah, khususnya di kawasan Kuta.

Dengan persetujuan tiga fraksi dan sejumlah catatan yang menyertainya, pembahasan Perubahan APBD Badung 2026 kini memasuki tahapan berikutnya. DPRD berharap setiap rupiah anggaran yang dialokasikan dapat diterjemahkan menjadi pembangunan yang terasa langsung oleh masyarakat serta memperkuat daya dukung pariwisata Badung.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button