
KEROBOKAN, jarrakposbali.com – Prestasi membanggakan ditorehkan kontingen Kabupaten Badung dalam Kejuaraan Pencak Silat Bakti Negara Cup I Tahun 2026. Tampil konsisten sepanjang kejuaraan, Badung keluar sebagai Juara Umum setelah menguasai perolehan medali dengan 14 emas, 8 perak dan 10 perunggu.
Kejuaraan yang berlangsung sejak 4 September 2026 tersebut menjadi panggung bagi pesilat muda Bali untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi ruang penjaringan atlet berbakat. Penutupan berlangsung di GOR Purna Krida Kerobokan, Selasa (8/9), dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus olahraga, atlet dan sejumlah undangan.
Perolehan medali Badung menempatkannya di posisi teratas klasemen. Dominasi tersebut menjadi gambaran konsistensi para atlet selama menjalani pertandingan di berbagai kelas yang dipertandingkan.
Kota Denpasar berada di posisi Juara Umum II dengan raihan 12 medali emas, 5 perak dan 7 perunggu. Kabupaten Buleleng menyusul di posisi Juara Umum III dengan koleksi 6 emas, 7 perak dan 7 perunggu.
Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti bersama anggota DPRD Badung turut mendampingi Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dalam acara penutupan. Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga, khususnya pencak silat yang memiliki akar kuat dalam seni dan budaya Bali.
“Ajang Bakti Negara Cup pertama ini menjadi langkah nyata kita untuk menjaring bibit-bibit talenta muda pencak silat di Bali. Evaluasi akan terus kita lakukan, dan kami pastikan Kota Denpasar siap menjadi tuan rumah untuk Bakti Negara Cup II mendatang,” tegas Bagus Alit Sucipta, yang juga menjabat Ketua Lembaga Dewan Pendekar Pusat Bakti Negara Bali, saat didampingi anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini.
Dukungan terhadap keberlanjutan kejuaraan juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali. Mewakili Wakil Gubernur Bali, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia menegaskan pentingnya kesinambungan pembinaan seni bela diri tradisional.
Menurutnya, pencak silat memiliki ruang penting dalam pembentukan karakter generasi muda sekaligus menjaga keberadaan seni bela diri yang tumbuh bersama nilai adat dan budaya masyarakat Bali.
“Kesuksesan penyelenggaraan ini tidak lepas dari peran serta lintas pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh masyarakat. Kita berharap ajang ini terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya,” kata Ida Bagus Gde Wesnawa Punia sebelum menutup resmi gelaran Bakti Negara Cup I Tahun 2026.
Selama lima hari pelaksanaan, kejuaraan tersebut mempertandingkan 20 kelas tanding dan 8 kelas kategori jurus. Secara keseluruhan, panitia menyediakan 43 medali emas, 38 medali perak dan 62 medali perunggu.
Selain penghargaan berdasarkan perolehan medali beregu, panitia juga memberikan penghargaan kepada empat pesilat yang dinilai tampil sebagai atlet terbaik pada kategori remaja dan dewasa.
Ketua DPC Bakti Negara Badung Ketut Antara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, pendukung dan sponsor yang ikut menopang terselenggaranya kejuaraan perdana tersebut.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada seluruh pihak dan para sponsor yang telah memberikan dukungan dan membantu mensukseskan pelaksanaan Bakti Negara Cup I Tahun 2026. Semoga sinergi dan kebersamaan ini dapat terus terjaga dalam penyelenggaraan Bakti Negara Cup berikutnya,” pungkas Ketut Antara.
Gelar juara umum yang diraih Badung sekaligus menutup rangkaian Bakti Negara Cup I Tahun 2026 dengan catatan positif. Kejuaraan ini mempertemukan pesilat dari berbagai kabupaten dan kota di Bali dalam satu arena, sekaligus membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta baru pencak silat.
Dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, komunitas dan masyarakat, Bakti Negara Cup diharapkan terus berkembang menjadi agenda pembinaan yang berkelanjutan. Dari arena GOR Purna Krida Kerobokan, semangat para pesilat muda pun menjadi bagian dari perjalanan panjang menjaga prestasi sekaligus keberadaan pencak silat sebagai warisan budaya Bali.(JpBali).



