Disdik Gianyar Studi Tiru PAUD ke Bantul, Bawa Pulang Inspirasi dan Inovasi

YOGYAKARTA, jarrakposbali.com – Mengembangkan PAUD membutuhkan lebih dari sekadar program. Ada gagasan, inovasi, tata kelola, serta gerakan bersama yang harus terus dirawat. Dari semangat itulah Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar membawa Bunda PAUD Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan penerima apresiasi tingkat Kabupaten Gianyar untuk belajar langsung ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (14/9).
Bantul dipilih sebagai ruang belajar karena memiliki pengalaman dalam pengembangan PAUD. Ibu PAUD Kabupaten Bantul berhasil meraih Apresiasi Wiyata Darma Muda Tingkat Nasional Tahun 2025. Pengalaman tersebut menjadi bahan penting bagi Gianyar untuk melihat bagaimana sebuah inovasi dibangun, dijalankan, dan dikembangkan hingga memberikan dampak bagi layanan PAUD.
Kunjungan ini menjadi momentum bagi rombongan Gianyar untuk menggali berbagai praktik baik yang selama ini diterapkan di Bantul. Perhatian diarahkan pada peran Bunda PAUD, Pokja Ibu PAUD, strategi penguatan layanan, inovasi program, serta tata kelola yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
“Ibu PAUD Kabupaten Bantul telah memperoleh Apresiasi Wiyata Darma Muda Tingkat Nasional Tahun 2025. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi kami untuk melihat lebih dekat program dan inovasi yang telah dijalankan,” ujar Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra.
Bagi Gianyar, studi tiru ini menjadi bagian dari proses mencari referensi yang relevan dengan kebutuhan daerah. Setiap praktik baik yang ditemukan akan dikaji terlebih dahulu agar dapat disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, serta karakteristik masyarakat Gianyar.
Pendekatan tersebut penting karena PAUD tumbuh di tengah lingkungan masyarakat yang memiliki kekhasan masing-masing. Di Gianyar, pengembangan pendidikan anak usia dini juga memiliki ruang besar untuk terhubung dengan budaya dan kearifan lokal Bali.
“Kami ingin menggali inovasi yang dapat diadopsi, diadaptasi, dan dikembangkan di Gianyar sesuai dengan karakteristik daerah serta memperkuat budaya dan kearifan lokal Bali,” jelas Surya Adnyani.
Ia menilai penguatan PAUD membutuhkan keterlibatan banyak unsur. Pemerintah daerah, Bunda PAUD, Pokja, satuan pendidikan, orang tua, hingga berbagai pemangku kepentingan memiliki peran dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini.
Kolaborasi tersebut menjadi penting agar layanan PAUD dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjangkau semakin banyak anak. Program yang baik juga membutuhkan komitmen untuk terus dievaluasi, diperbaiki, dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Kami meyakini keberhasilan pembangunan PAUD tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi, komitmen, inovasi, dan gerakan bersama menjadi kekuatan untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas,” katanya.
Studi tiru ini sekaligus membuka ruang komunikasi antara Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gianyar dan Pokja Ibu PAUD Kabupaten Bantul. Pertukaran pengalaman diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi komunikasi dan berbagi praktik baik secara berkelanjutan.
Bagi rombongan Gianyar, perjalanan ke Bantul menjadi kesempatan untuk membawa pulang gagasan yang kemudian dapat diuji relevansinya di daerah sendiri. Setiap inspirasi akan menjadi bahan untuk memperkaya pengembangan PAUD Gianyar.
“Harapan kami, kunjungan ini melahirkan inspirasi baru bagi Gianyar dan membuka ruang kerja sama yang lebih erat. Kami datang untuk belajar dari Bantul dan berharap ke depan dapat berbagi praktik baik yang berkembang di Gianyar,” pungkas Surya Adnyani.
Dari Bantul, Gianyar membawa pulang lebih dari sekadar catatan kunjungan. Ada gagasan yang perlu dikaji, inovasi yang bisa dipelajari, serta pengalaman yang dapat menjadi bahan penguatan program PAUD di daerah.
Pada akhirnya, pengembangan PAUD akan menemukan maknanya ketika inovasi hadir dekat dengan anak, keluarga, dan lingkungan tempat mereka tumbuh. Gianyar kini memiliki tambahan referensi untuk terus mengembangkan layanan PAUD dengan tetap berpijak pada karakter, budaya, dan kearifan lokal Bali.(JpBali).



