Jembrana

Alaaa Maaak…! Beginikah Reses Dewan Rasa Kampanye?

JEMBRANA, Sejumlah calon anggota DPRD Kabupaten yang merupakan pendatang baru mempertanyakan masa reses dewan yang dilaksanakan pada putaran kampanye Pemilu 2024.

Pasalnya, diduga reses para anggota dewan tersebut yang notabennya kembali mencalonkan diri ditumpangi kepentingan mencari dukungan (kampanye) dari masyarakat.

Bahkan, dari informasi yang diterima redaksi pada pelaksanaan reses anggota DPRD Jembrana pada Senin, 4 Desember 2023 malam ada pembagian uang saku bagi masyarakat yang hadir, namun ada pula dewan reses yang hanya membagikan nasi bungkus kepada masyarakat yang hadir.

“Ada pula anggota DPRD Jembrana reses, tapi anggota dewan itu tidak nyalon lagi. Tapi saat reses dia ngajak anaknya yang nyalon. Ini jelas muatannya kampanye,” ujar sumber yang engan ditulis namanya, Rabu (5/12/2023).

Meskipun dalam pelaksanaan reses tersebut diawasi oleh jajaran Bawaslu, namun kehadiran jajaran Bawaslu tidak bisa menghilangkan kesan pelaksanaan reses itu sarat dengan kepentingan kampanye, bukan mengutamakan penyerapan aspirasi masyarakat.

“Ya memang sih saat reses tidak terang-terangan meminta dukungan, tapi motifnya sudah terbaca,” imbuh sumber.

Untuk menghindari penafsiran miring terhadap pelaksanaan reses para anggota dewan, semestinya reses itu dilaksanakan tidak pada masa kampanye.

Langkah ini perlu dilakukan untuk menghindari riak-riak atau masalah pada tahapan pemilu, dalam hal ini tahapan kampanye. Riak-riak itu menurut sumber bisa menimbulkan kegaduhan dalam pelaksanaan tahapan pemilu sehingga pelaksanaan pemilu ternoda.

Terkait hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana Made Widiastra dikonfirmasi mengatakan, reses bagi anggota dewan pada masa kampenye tetap diperbolehkan, sepanjang tidak digunakan untuk kepentingan kampanye atau mencari dukungan.

Namun demikian, berkaitan dengan reses dewan pada masa kampanye, pihaknya telah melakukan cegah dini agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran, terutama pelanggaran pemilu.

“Kami juga sudah menugaskan jajaran di bawah, untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan reses karena reses dewan kali ini bertepatan dengan putaran kampanye,” terang Widiastra, (5/12/2023)

Tentunya jika ada pelanggaran dalam pelaksanaan reses dewan tersebut, pihaknya tentu akan menindaklanjuti pelanggaran tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Sekwan DPRD Jembrana I Komang Suparta membenarkan masa reses anggota DPRD berlangsung dua hari, yakni tanggal 1 dan 4 Desember 2023.

“Masa reses berakhir pada 4 Desember 2023 lalu. Setelah itu tidak ada reses lagi,” ujarnya.

Menurut Komang Suparta, pelaksanaan reses dewan tersebut juga ada ketentuannya, yakni wajib dilaksanakan pada hari kerja, yakni Senin sampai Jumat. Sedangkan Sabtu dan Minggu tidak boleh melakukan reses.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button