BeritaDenpasar

Bapang Barong “Superstar” Ramaikan Bulan Bung Karno 2026 di Bali

DENPASAR, jarrakposbali.com – Di tengah semangat menjaga budaya dan merawat Bali, panggung kesenian tradisional kembali mendapat ruang yang hangat dalam peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Lomba Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal “Superstar” yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Agenda ini menjadi bagian dari 13 kegiatan unggulan yang telah dirancang DPD PDIP Bali untuk memeriahkan Bulan Bung Karno tahun ini.

Persiapan seluruh rangkaian kegiatan dimatangkan dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, di Denpasar.

Yang menarik, nuansa peringatan kali ini terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya berisi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan ruang ekspresi budaya, kreativitas generasi muda, hingga gerakan sosial dan lingkungan.

Lomba Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal “Superstar” hadir sebagai panggung bagi para seniman muda Bali untuk menunjukkan kemampuan, karakter, sekaligus kecintaan mereka terhadap seni tradisi.

Di banyak desa adat di Bali, bapang barong dan kendang bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari denyut kehidupan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Pada akhirnya, lomba seperti ini sering kali menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan semangat anak muda.

Ada yang datang membawa teknik klasik, ada pula yang menghadirkan energi pertunjukan yang lebih segar tanpa meninggalkan akar budayanya.

Selain lomba seni budaya, Bulan Bung Karno 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan lain seperti Gerakan Merawat Pertiwi yang digelar serentak di sembilan kabupaten/kota se-Bali bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga.

Ada pula Liga Kampung Soekarno Cup III U17, lomba barista kopi Bali, lomba konten kreatif “Bali Bersih Sampah”, desain motif endek Bali dan fashion, hingga lomba karya tulis dan baca puisi.

Melalui rangkaian kegiatan ini, DPD PDIP Bali ingin menghadirkan implementasi nilai Tri Sakti Bung Karno secara nyata. Budaya dirawat, kreativitas diberi ruang, dan masyarakat diajak terlibat langsung dalam semangat gotong royong di Pulau Dewata.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button