BeritaGianyar

Bunda PAUD Gianyar Dorong Transisi PAUD ke SD Ramah Anak

GIANYAR, jarrakposbali.com – Suasana sekolah dasar di Gianyar tampak semarak pada Rabu (26/8). Anak-anak mengikuti berbagai aktivitas dengan suasana yang penuh keceriaan. Di tengah kegiatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra hadir melihat langsung bagaimana anak-anak menjalani masa awal mereka memasuki lingkungan sekolah dasar.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari monitoring Penguatan Transisi PAUD ke SD Kelas Awal. Program ini diarahkan agar perpindahan anak dari lingkungan PAUD menuju SD berlangsung secara bertahap, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka.

Bagi anak usia dini, memasuki sekolah dasar merupakan pengalaman baru. Lingkungan sekolah, guru, teman, hingga pola pembelajaran yang mereka temui menjadi bagian dari proses adaptasi.

Karena itu, suasana belajar menjadi perhatian penting. Anak perlu merasa aman dan nyaman agar dapat mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun rasa percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran.

Dalam monitoring tersebut, Surya Adnyani melihat langsung pelaksanaan program transisi di SD Genta Saraswati Gianyar dan SD Kiddos Elementary School. Ia juga memantau perkembangan anak serta melihat bagaimana sekolah membangun komunikasi dengan orang tua dalam mendampingi proses tersebut.

“Kami mengunjungi dan melihat langsung untuk memantau anak-anak, sekaligus memonitor pelaksanaan penguatan transisi PAUD ke SD kelas awal. Setiap tahun kami memiliki program MPLS di tujuh kecamatan,” ujar Surya Adnyani.

Menurut Surya Adnyani, perhatian terhadap pendidikan anak perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah Kabupaten Gianyar terus mendorong layanan pendidikan mulai dari PAUD, TK hingga pendidikan dasar, baik pada satuan pendidikan negeri maupun swasta.

Semangat tersebut juga tercermin dalam berbagai program yang telah dijalankan. Pendidikan ditempatkan sebagai proses bersama yang membutuhkan keterlibatan sekolah, orang tua, pemerintah dan lingkungan sekitar.

“Ini bukan saingan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menyediakan pendidikan kepada anak-anak Gianyar. Kita patut bangga karena pondasi generasi bangsa dimulai dari pendidikan tingkat PAUD hingga jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Dalam proses transisi tersebut, komunikasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Guru dan orang tua perlu memahami perkembangan setiap anak karena setiap peserta didik memiliki kebutuhan dan proses adaptasi yang berbeda.

Perhatian juga diarahkan pada pembentukan kebiasaan positif sejak dini. Surya Adnyani mendorong penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur cepat.

Penggunaan teknologi juga menjadi perhatian. Orang tua diingatkan untuk mendampingi serta mengontrol penggunaan telepon seluler agar teknologi tetap memberikan manfaat bagi anak dan tidak mengganggu waktu belajar maupun tumbuh kembangnya.

“Kami ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas dan berakhlak mulia. Karena itu kebiasaan baik perlu dibangun sejak usia dini dan dilakukan bersama antara sekolah dan keluarga,” kata Surya Adnyani.

Konsep pendidikan anak usia dini yang dikembangkan di Gianyar juga diarahkan secara holistik dan integratif. Pendidikan berjalan bersama dengan perhatian terhadap kesehatan, gizi dan kebutuhan dasar anak.

Pendekatan tersebut mencakup seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus dalam layanan pendidikan inklusif. Setiap anak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang sesuai dengan kemampuan serta kebutuhannya.

Pada saat yang sama, Surya Adnyani menegaskan bahwa kemampuan membaca, menulis dan berhitung atau calistung tidak menjadi persyaratan wajib bagi anak untuk masuk SD. Anak di kelas awal perlu mendapatkan kesempatan belajar secara bertahap sesuai tahapan perkembangan mereka.

“PAUD holistik integratif bukan hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga pemenuhan layanan dasar anak, termasuk kesehatan dan kebutuhan gizinya. Semua anak harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama, baik anak yang berkembang secara umum maupun anak dalam pendidikan inklusif,” jelasnya.

Penguatan transisi PAUD ke SD di Gianyar kemudian didukung melalui sejumlah program. Di antaranya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS, Gelari Gianyar Wajar, Bunda Sayang Anak Inklusif, SERGAP NEGRIKU, Bunda Gianyar Pandai, PMT GIRANG, hingga penerbitan Komik 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Sarana penunjang pembelajaran juga diberikan untuk mendukung aktivitas anak di sekolah. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 100 anak menerima bantuan berupa tas sekolah, tumbler dan kotak makan. Bantuan Pemberian Makanan Tambahan juga diberikan bagi anak inklusif.

Rangkaian kegiatan turut dikaitkan dengan suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi anak-anak, momen tersebut menjadi ruang belajar untuk mengenal nilai nasionalisme, kebersamaan dan gotong royong melalui pengalaman yang dekat dengan keseharian mereka.

Pada akhirnya, penguatan transisi PAUD ke SD berbicara tentang bagaimana anak merasa diterima ketika memasuki dunia pendidikan dasar. Proses belajar dibangun secara bertahap, dengan perhatian terhadap perkembangan, kesehatan, gizi, karakter dan kebutuhan masing-masing anak.

Dari lingkungan sekolah yang ramah hingga keterlibatan orang tua, seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun fondasi pendidikan anak Gianyar. Harapannya, langkah awal di sekolah dasar dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membentuk rasa percaya diri anak untuk terus belajar dan berkembang.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button