Berita

Buseeet…! Rekanan Proyek TPST Ketewel Alergi Wartawan, Diduga Banyak Masalah

DENPASAR, Jarrakposbali.com | Tiga tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) berteknologi refused derived fuel (RDF) Kota Denpasar saat ini sedang tahap pengerjaan.

Proyek besar ini dibangun untuk memaksimalkan pengolahan sampah di Kabupaten Denpasar dan sekitarnya. DIketahui volume sampah di Kota Denpasar dan sekitarnya tiap harinya sangat tinggi.

Salah satu lokasi pembangunan berada di kawasan Denpasar timur, tepatnya di Jalan Ida Bagus Mantra, Ketewel, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.

Proyek ini dikerjakan oleh rekanan PT Adhi Karya (persero) sebagai pemenang lelang (tender). Rekanan ini berkantor di Jalan Raya Pasar Minggu, Km.18 Jakarta Selatan. Dengan nilai kontrak sebesar Rp 88.888.888.888,88.

Sayangnya, pelaksana proyek ini terkesan alergi dengan awak media dan cendrung tertutup serta engan memberikan informasi publik terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Buktinya, saat awak media dari Jarrak Media Group (JMG) mengunjungi lokasi proyek ini, bermaksud mendapat informasi terkait pelaksanaan proyek secara utuh, pihak proyek terkesan menghalang-halangi tugas jurnalistik.

Tidak satupun pihak penanggungjawab proyek yang bersedia memberikan keterangan terkait pelaksanaannya, termasuk mereka enggan memberikan identitas diri saat ditanya oleh awak media.

Sikap tertutup pihak pelakasana proyek tersebut diduga lantaran pengerjaannya banyak yang bermasalah alias tidak sesuai spek tenis. Dengan dalih birokrasi berbelit, awak media terkesan dihalangi melakukan peliputan.

Salah satu penanggungjawab proyek sempat mengatakan, bahwa proyek tersebut digawangi Dinas Pekerjaan Umun (PU), awak media diminta untuk meminta ijin dulu kepada Dinas PU, jika mau melakukan peliputan.

“Kita gak bisa berkomentar. Kalau mau jawaban langsung aja ke dinas PU. Kalau Dinas sudah kasi ijin atau ada suratnya dan dari Dinas di arahkan untuk temui kita, baru kita bisa berbicara”, jelas salah satu penanggung proyek, Senin (7/11/2022)

Mendapat perlakukan tidak mengenakan tersebut, akhirnya awak media dari JMG meninggalkan lokasi, tanpa mendapatkan informasi apapun terkait pelaksanaan proyek tersebut.(ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button