Diikuti Sejumlah Toris Asing, Tradisi Mepeed di Sukawati Merupakan Tonggak Kebangkitan Pariwisata Pasca Pandemi

GIANYAR, jarrakposbali.com ! Sukawati merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali. Desa ini sudah tidak asing lagi bagi para wisatawan lokal maupun manca negara karena keindahan dan tradisi uniknya. Desa ini juga memiliki pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Bali juga menjual beragam kerajinan tangan. Selain populer karena Pasar Sukawati sebagai pusat oleh-oleh, desa adat ini memiliki warisan budaya dan tradisi unik dan menarik yaitu Tradisi Mepeed. Tidak semua desa di Bali menggelar tradisi tersebut. Desa Sukawati sendiri berada dalam wilayah kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Mepeed yang digelar di Sukawati ini adalah salah satu bagian warisan budaya dan tradisi unik dari leluhur yang masih bertahan sampai saat ini di Bali. Tradisi ini biasanya digelar saat pujawali di Pura Khayangan tiga. Acap kali digelar, tradisi ini selalu menyedot perhatian para wisatawan lokal maupun manca negara. Bahkan sejumlah torispun ambil bagian dalam transisi ini. Budaya dan tradisi yang dimiliki pulau Dewata Bali memang berkaitan dengan kegiatan ritual ataupun prosesi upacara agama, sehingga Bali bisa memiliki taksu atau karisma di mata para pelancong. Di Bali sendiri, tradisi mepeed atau mapeed sudah tidak asing lagi dan digelar di sejumlah tempat, seperti diketahui biasanya mepeed adalah parade yang diikuti oleh para perempuan Bali. Mereka berjalan dalam satu baris ke belakang dengan mengusung sebuah gebogan yaitu sebuah sesajian (banten upakara) dengan rangkaian buah dan jajanan tradisional Bali yang diatur bersusun (bertingkat) berikut hiasan dari rangkaian janur, tingginya bisa mencapai hingga 1 meter. Seperti pada pelaksanaan Mepeed baru-baru ini, tepatnya pada saat Anggara Kliwon Tambir di Pura Dalem Gede Suawati. Tradisi Mepรจed sukses menyodot wisatawan manca negara. Bahkan sejumlah toris ikut ambil bagian mengikuti parade tersebut. Momen tersebut merupakan tonggak kebangkitan pariwisata di Gianyar maupun di Bali, setelah dua tahun mati suri akibat pandemi covid-19 yang melanda negeri. Mepeed di Sukawati digelar setiap enam bulan sekali ini, mereka di rias menggunakan busana pakaian atau payas agung yang dipadukan dengan pakem busana desa adat setempat. Para peserta saat tradisi Mepeed di Sukawati Gianyar ini tidak mengusung gebogan seperti pada umumnya, dan juga tidak terbatas pada kaum ibu saja, ratusan warga yang ikut dalam ritual mepeed tersebut diikuti oleh semua kalangan, baik itu laki-laki maupun perempuan mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan lansia. Para peserta dirias dengan pakaian tradisional Bali model payas Agung, walupun sekarang berkembang jenis pakaian payas agung modifikasi, namun mereka tetap bertahan dengan pakaian tradisonal dengan pakem khas Sukawati. Jika anda ingin menyaksikan Tradisi Mepeed di Sukawati Gianyar tentunya harus pada waktu yang tepat karena ritual tersebut hanya digelar setiap 6 bulan sekali, dan dalam rangkaian pujawali atau piodalan di Pura Dalem Gede Sukawati yang jatuh setiap Anggara Kliwon, wuku Tambir (kalender Bali). Bagi wisatawan yang ingin lebih dekat dengan budaya Bali atau mereka yang hobi fotografi tentu momen istimewa tersebut tidak bisa dilewatkan begitu saja. Menurut penduduk setempat yang sudah pernah terlibat dalam Tradisi Mepeed, pada saat berlangsungnya tradisi ini mereka selalu merasakan kegembiraan karena menurut mereka Tradisi Mepeed ini merupakan bentuk sujud bhakti kepada Hyang Widhi atas segala sesuatu yang diberikan beliau kepada Desa Sukawati. Saat tradisi ini berlangsung, tentu busana adat Bali dengan pakem Desa Sukawati akan bisa terus dipertahankan. Selain itu dalam rangkaian upacara pujawali Pura Dalem Gede Sukawati, tradisi Mepeed ini bertujuan untuk nunas toya (air suci) ke Beji Cengengan untuk digunakan pada saat berlangsungnya pujawali. Tradisi Mepeed ini berciri khas lelengisan yang memiliki arti kesederhanaan. Walaupun dalam ini terlihat megah karena menggunakan parade payas agung namun unsur kesederhanaan dari Tradisi Mepeed ini tidak boleh dihilangkan, seperti ciri khas kancut belakang untuk pengayah putri. Budaya dan tradisi unik memang sangat menarik, bahkan menjadi salah satu atraksi wisata yang bisa dinikmati wisatawan saat liburan, apalagi Sukawati lokasinya strategis berdekatan dengan pusat-pusat pariwisata, seperti Ubud, Sanur, Kuta dan Nusa Dua, sehingga saat berlangsung cukup banyak wisatawan menikmatinya.(x)
Penulis : Semarakarma (Tut Bon)
Editor : Dewa Darmada



