BeritaDenpasar
Trending

DPRD Bali Dorong Digitalisasi Bajra Sandhi hingga GOR Lila Bhuana demi Dongkrak PAD

DENPASAR, jarrakposbali.com – Upaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali kini diarahkan tidak hanya lewat penyesuaian regulasi, tetapi juga pembenahan wajah layanan publik dan pengelolaan aset daerah.

Dalam Rapat Paripurna ke-37 DPRD Provinsi Bali, Senin (18/5/2026), DPRD Bali mendorong percepatan digitalisasi dan revitalisasi sejumlah objek retribusi strategis seperti Monumen Bajra Sandhi, Museum Bali, hingga GOR Lila Bhuana.

Langkah tersebut menjadi bagian dari persetujuan Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang dibahas dalam sidang paripurna bersama Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam laporan akhir pembahasan perda yang dibacakan I Nyoman Budiutama mewakili Koordinator Pembahas I Nyoman Suwirta, DPRD Bali menilai sejumlah objek retribusi daerah masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara modern dan profesional.

Museum perjuangan rakyat Bali atau Bajra Sandhi, Museum Bali, dan Museum Le Mayeur dinilai memerlukan pembenahan menyeluruh. Mulai dari digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perawatan gedung agar kembali menjadi destinasi edukasi dan wisata yang produktif bagi daerah.

Yang menarik, pembahasan kali ini tidak hanya bicara soal tarif dan pungutan daerah. DPRD Bali mulai melihat pengelolaan aset publik sebagai pengalaman layanan yang perlu mengikuti perubahan perilaku masyarakat dan wisatawan.

“Objek retribusi seperti Bajra Sandhi, Museum Bali, dan Museum Le Mayeur perlu segera melakukan pembenahan, digitalisasi, perawatan gedung, serta peningkatan SDM pelayanan agar kembali menjadi sumber PAD Provinsi Bali,” ujar I Nyoman Budiutama saat membacakan laporan pembahasan perda.

Selain sektor museum dan kebudayaan, perhatian DPRD Bali juga tertuju pada sarana olahraga dan kepemudaan yang dikelola pemerintah provinsi. Salah satunya GOR Lila Bhuana yang dinilai perlu dikembangkan melalui master plan jangka panjang yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Pengembangan fasilitas olahraga ini dipandang penting karena pola aktivitas masyarakat mulai berubah. Tren olahraga seperti padel, futsal modern, mini golf, hingga sport tourism kini berkembang cukup cepat di Bali. Dalam banyak kasus, fasilitas yang adaptif terhadap tren baru mampu menghadirkan sumber retribusi baru sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

DPRD Bali juga menekankan pentingnya infrastruktur olahraga yang representatif agar dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Perlu dilakukan penyesuaian terhadap perkembangan tren olahraga saat ini seperti padel, futsal, mini golf, dan olahraga lainnya yang berpotensi menjadi objek retribusi baru dalam rangka meningkatkan PAD Bali,” kata Budiutama.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Dewa Made Mahayadnya dan dihadiri Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta itu, DPRD Bali juga merekomendasikan penguatan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah kabupaten/kota, percepatan inovasi investasi daerah, hingga peningkatan kualitas SDM di sektor kelautan.

Pada akhirnya, arah kebijakan ini menunjukkan bahwa Bali mulai menempatkan aset daerah bukan sekadar fasilitas publik, tetapi bagian dari ekosistem ekonomi yang perlu dikelola lebih modern, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan zaman.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button