Dukung Program Pemerintah Bali, Yayasan Kris Bali Ingin Usulkan Pendirian Sekolah Budaya ke Gubernur

DENPASAR, jarrakposbali.com | Ketua Yayasan Kris Bali Ketut Ismaya, mengaku mendukung program-program dari Pemerintah Provinsi Bali, karena program sudah pro rakyat.
Namun menurutnya, pembangunan harus dilakukan secara adil dan merata di seluruh Kabupaten yang ada di Bali. Sehingga tidak ada ketimpangan di daerah-daerah.
Dia mencontohkan pembagunan Inprastruktur Pariwisata, hendaknya jangan hanya dilakukan di Klungkung saja namun dilakukan merata di kabupaten lain, seperti Buleleng, Karangasem, Gianyar dan kabupaten lainnya.
Termasuk pembangunan insprastruktur lainnya.seperti Bandara Bali utara dipercepat jangan terlambat. Kalau Lambat memberikan kepastian investor bisa lari

“Jangan hanya pembangunan dilakukan di wilayah Denpasar dan Badung. Pembangunan di segala bidang harus merata di semua kabupaten,” tegas Ismaya saat bertemu CEO Jarrak Media Group I Putu Sudiartana, Minggu (27/3/2022)
Dalam perbincangan di Kantor Redaksi Jarrak Pos tersebut, Ismaya juga berkeinginan mengusulkan membangun sekolah-sekolah bernuansa Hindu yang nantinya khusus mengajarkan anak-anak dan pemuda Bali dibidang kebudayaan dan adat.
Nantinya mendidik mereka tentang budaya, termasuk cara bersembahyang yang benar. Walaupun sudah ada universitas Hindu, namun perlu adanya Padepokan khusus di desa-desa mengajarkan khusus Agama hindu.
Pertemuan di masyarakat seminggu sekali kantor desa untuk kumpul dan ada penceramah Muda setiap minggu perlu diadakan rutin untuk terjalinnya silahturahmi antar warga dan rasa kekeluargaan semakin lengket dan kenal antar satu sama lainnya
“Selama ini kita sampai banyak anak-anak muda sembahyang di Pura atau ngaturan bakti kadang narsis, selvi dan menggunggahnya ke media sosial. Hal ini perlu diluruskan kedepannya melalui pendidikan yang baik,” imbuhnya.
Ismaya juga meminta seluruh anggota Kris Bali, agar lebih aktif turun ke desa-desa memberikan pencerahan tentang budaya dan pendidikan moral kepada generasi muda. Kehadiran tokoh muda yang memahami tentang Budaya Bali, sangat diperlukan oleh masyarakat Bali, khususnya para generasi melenial.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Kris Bali juga menghimbau kepada tokoh-tokoh Hindu dan tokoh masyarakat Bali, agar dalam memberikan stetmen atau komentar tidak memancing reaksi negatif terhadap saudara-saudara Hindu yang ada di Bali maupun masyarakat Hindu yang ada di luar Bali.

“Jangan sampai karena komentar atau pernyataan itu, keselamatan semeton Hindu yang ada di luar Bali terancam. Berilah Jawaban atau wejangan yang sifatnya menyejukan. Sehingga tidak menimbulkan konflik etnik. Kita harus menerima keberagaman,” tuturnya.
Sementara itu CEO Jarrak Media Group I Putu Sudiartana mengapresiasi pemikiran maju dari Ketua Yayasan Kris Bali tersebut. Ide-ide yang dilontarkan oleh yang bersangkutan sangat baik untuk mempertahankan budaya Bali dan keharmonisan umat di tengah keberagaman.
“Beliau (Ismaya) adalah tokoh intelek yang punya pola pikir maju untuk Bali. Saya mengapresiasi gagasan-gagasan dan langkah-langkah kongkrit beliau,” ujarnya usai pertemuan.
Sudiartana mencontohkan, saat kehadiran Ustad Somat ke Bali, Ismaya yang memberikan pencerahan dan komentar yang menyejukan, sehingga tidak menimbulkan komplik di Bali maupun terhadap masyarakat Hindu yang ada di luar Bali.(ded)



