BeritaDenpasar

Gubernur Koster Kumpulkan Forkopimda Bali untuk Perkuat Pengelolaan Sampah dan Pariwisata

DENPASAR, jarrakposbali.com – Pada Kamis 19 Febroari 2026, Ruang rapat di Gedung Wiswasabha terasa lebih hidup dari biasanya. Para pemimpin daerah dari seluruh Bali duduk dalam satu forum, mendengarkan arahan yang mengingatkan kembali pada tanggung jawab kolektif menjaga pulau ini. Pertemuan itu dipimpin oleh Gubernur Wayan Koster yang ingin memastikan setiap kebijakan berjalan searah dengan pesan Presiden Republik Indonesia.

Di banyak kasus, perhatian nasional terhadap Bali muncul saat isu lingkungan mulai terasa di ruang publik. Peningkatan sampah kiriman di beberapa pantai menjadi salah satu pemicunya. Fenomena musiman seperti ini sering kali membawa volume sampah yang sulit diprediksi. Pemerintah provinsi melihat perlunya penanganan jangka panjang yang lebih terkoordinasi.

“Sesuai arahan Presiden, persoalan sampah perlu ditangani dengan sungguh-sungguh karena berdampak langsung pada citra pariwisata kita,” ujar Gubernur Koster.

Kondisi di kawasan pesisir, seperti Pantai Kuta, menjadi contoh yang menunjukkan betapa dinamisnya tantangan lingkungan di Bali. Pada bulan-bulan tertentu, arus laut membawa material dari berbagai tempat hingga menumpuk di garis pantai. Hal ini mendorong pemerintah untuk melibatkan seluruh unsur Forkopimda serta masyarakat.

“Kita perlu bergerak bersama untuk menjaga sungai, daratan, dan pantai. Gerakan kolektif akan memberi hasil yang lebih nyata,” tambahnya.

Persoalan sampah bukan satu-satunya topik yang dibahas dalam rapat tersebut. Ada kebutuhan untuk menata ulang spanduk, reklame, hingga jaringan kabel yang tampak semrawut. Penataan ini menjadi bagian dari upaya menjaga estetika Bali yang sering menjadi alasan wisatawan datang. Situasi lalu lintas dan arah kebijakan pengamanan wilayah juga mendapat perhatian khusus.

“Semua kepala daerah perlu bertindak terukur agar kualitas tata ruang dan lingkungan tetap terjaga,” kata Gubernur Koster.

Pada akhirnya, arah pembangunan Bali tetap berada pada jalur positif. Data ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Angka kemiskinan dan pengangguran berada pada posisi rendah. Walaupun demikian, pemerintah menyadari bahwa keberhasilan ekonomi perlu berjalan bersama perlindungan budaya dan lingkungan.

“Keberlanjutan pembangunan hanya dapat dicapai jika kita menguatkan tata kelola dan menjaga karakter Bali sebagai destinasi dunia,” ucapnya.

Rakor Forkopimda kali ini memberi sinyal bahwa kerja sama lintas sektor semakin dibutuhkan. Semua pihak berkumpul bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga untuk memperkuat fondasi masa depan Bali. Komitmen menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan pulau ini terasa semakin kuat ketika seluruh pemimpin daerah duduk dalam satu ruang dan menyepakati langkah-langkah bersama.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button