BadungBerita
Trending

Guru Jadi Kunci Masa Depan, Hardiknas 2026 di Kuta Utara Penuh Semangat

Ketua DPRD Badung dorong penguatan peran guru dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang

BADUNG, jarrakposbali.com – Suasana penuh semangat dan optimisme terasa di halaman SMK Pratama Widya Mandala, Kuta Utara, Jumat pagi (1/5/2026).

Para guru dari berbagai jenjang pendidikan berkumpul, bukan sekadar memperingati Hari Pendidikan Nasional, tetapi juga merajut harapan baru bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Badung.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kali ini dikemas berbeda. Tidak hanya seremoni, kegiatan yang digagas PGRI Cabang Kuta Utara ini juga dirangkaikan dengan seminar pendidikan bertema “Peran Strategis Guru Dalam Menjawab Tantangan Pendidikan di Kabupaten Badung.”

Ruang seminar dipenuhi antusiasme para pendidik yang datang dengan semangat berbagi dan belajar. Diskusi berlangsung hangat, membahas berbagai tantangan dunia pendidikan mulai dari perubahan metode pembelajaran, perkembangan teknologi, hingga tuntutan mencetak generasi yang adaptif dan berkarakter.

Kehadiran Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan. Ia menilai kegiatan seperti ini bukan hanya penting, tetapi juga menjadi energi baru bagi para guru untuk terus berkembang.

Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan masa depan generasi muda di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

“Momentum Hari Pendidikan Nasional hendaknya dimaknai sebagai upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Peran guru sangat strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar I Gusti Anom Gumanti.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mendukung sektor pendidikan, baik melalui kebijakan, peningkatan kesejahteraan guru, maupun penguatan sarana dan prasarana pendidikan.

Bagi para peserta, seminar ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran. Di tengah berbagai tantangan, guru dituntut tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi juga menjadi pelopor dalam menciptakan inovasi pembelajaran.

Ketika acara berakhir, semangat yang tersisa tidak ikut reda. Para guru kembali ke sekolah masing-masing dengan membawa gagasan, harapan, dan tekad baru. Di Kuta Utara hari itu, Hardiknas bukan sekadar peringatan melainkan pengingat bahwa masa depan pendidikan ada di tangan mereka yang terus mau belajar dan beradaptasi.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button