Jelang Pilkada, Partai Demokrat Mulai Pasang Kuda-Kuda

Buleleng, jarrakposbali.com- Menjelang Pilkada Nopember 2024 mendatang, Partai Demokrat Kabupaten Buleleng mulai memasang kuda-kuda untuk memenangkan pertarungan. Pendaftaran bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah oleh partai besutan SBY ini telah dibuka pada 11 Mei 2024 lalu. Hingga hari ini sudah ada dua tokoh yang mendaftar.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng Luh Gede Heryani dikonfirmasi melalui telpon, Sabtu 18 Mei 2024 mengatakan, pendaftaran bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah telah dibuka sejak 11 Mei 2024 lalu. Selama waktu itu menurut Heryani telah ada dua tokoh yang mendaftar. Pendaftar pertama Ketua Bapilu DPD Partai Demokrat Bali Dewa Sukrawan dan disusul mendaftar Ketua DPC Pradi Singaraja Kadek Joni Riana.
“Nanti akan ada pendaftar berikutnya, termasuk dari kader Partai Golkar, karena kami membuka pendaftaran secara terbuka untuk umum. Bukan untuk internal Partai Demokrat,” terang Heryani.
Dijelaskan pula, untuk menghadapi Pilkada Buleleng nanti, Partai Demokrat dipastikan akan menjalin koalisi dengan partai lain, mengingat Partai Demokrat hanya memiliki tiga kursi di DPRD Buleleng. Heryani berharap koalisi sebelumnya dalam pemilihan Presiden tetap solid, sehingga bisa memenangkan pertarungan dalam Pilkada Buleleng nantinya, seperti kesuksesan dalam pertarungan Pilpres beberapa waktu lalu.
“Bahkan kemungkinan koalisi bertambah dengan kehadiran dari Partai Nasdem, pimpinan partai sudah sempat bertemu membahas kemungkinan Partai Nasdem bergabung dalam koalisi,” ujarnya.
Diharapkan dengan kembali solidnya koalisi yang terbangun dalam Pilpres lalu dan ditambah dari Barisan Partai Nasdem, menurut Heryani akan terbentuk kekuatan besar di Buleleng. Dengan demikian kursi eksekutif bisa diraih.
Saat ditanya mengenai strategi Partai Demokrat untuk memenangkan pertarungan, Heryani megatakan strategi itu pasti ada, namun itu sifatnya rahasia dan tidak bisa diungkapkan ke publik.
“Tapi strategi mendasar tentunya harus gencar turun dan berbuat kepada masyarakat. Karena dengan cara ini, kita bisa meraih simpati masyarakat,” imbuhnya.
Disinggung mengenai politik uang yang selalu ada di setiap perhelatan pemilu, Heryani tidak menampik hal ini. Meskipun secara personal dia menolak keras pratik politik uang karena mencederai demokrasi, namun hal itu menurutnya sulit untuk dihilangkan.
Kedepan Heryani berharap, barisan Partai Demokrat tetap solid dan rajin turun serta berbuat nyata kepada masyarakat, sehingga Partai Demokrat kembali mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat.
“Terlebih Ketum kita sekarang jadi Menteri yang sudah terbukti kinerjanya, sukses membrantas mafia tanah. Semangat Ketum sebagai tokoh muda berkarisma hendaknya bisa menjadi tauladan menuju Indonesia Emas,” tutupnya. (red)



