BadungBeritaDaerahKeagamaan
Trending

Jero Mangku Gede Ketut Sudikerta, Hadiri 3 Uleman Upacara di Hari Pagerwesi

Doakan  Alam Beserta Isinya Untuk Selalu Mendapatkan Keselamatan

BADUNG, jarrakposbali.com | Dalam meningkatkan serada Bhakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, Jero Mangku Gede Ketut Sudikerta, tak surut – surut dalam melayani umat sedarma, khususnya dalam upacara keagamaan diberbagai tempat yang ada di Pulau Bali.

“Hari ini saya mendapatkan 3 Uleman ,pertama di Pura Besi Kalung,Desa Babahan, Kecamatan Penebel ,Tabanan yang bertepatan harinya dengan perayaan hari suci Pagerwesi,” ungkap.Mantan Wakil Gubernur Bali ini, saat diwawancarai oleh awak media jarrakposbali.com , Rabu (26/10).

Pura Luhur Besi Kalung berlokasi di daerah pegunungan di lereng gunung bagian selatan gunung Batukaru, secara territorial wilayah ini termasuk wilayah Jatiluwih, tapi yang menjadi pengempon Pura Luhur Besi Kalung berada di wilayah Desa Adat Ulu Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

“Lokasi pura jika di tempuh dari Denpasar kurang lebih 50 km menuju Gunung Batukaru,”jelas Jero Mangku Gede Sudikerta.

Diapun menambahkan bahwa dirinya diminta oleh Jero Bendesa untuk bisa hadir dalam acara pujawali di Pura ini.Dan acara ini juga disaksikan oleh Ida Dalem Semarapura, Ida Cokorde Peliatan, Ida Cokorde Tabanan.

“Dimana upacara ini dimaksudkan tidak lain adalah untuk memohon kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, agar supaya masyarakat yang ada di tempat ini dan masyarakat Bali umumnya untuk selalu mendapatkan kebahagiaan,”imbuhnya.

Semua prosesi berjalan dengan lancar dan dirinya juga mendapat kesempatan untuk mundut Linggih Ida Betara dari payogan Ida menuju ke balai paselang, dan rangkaian tersebut dirinya juga sudah melakukan persembahyangan bersama.

Dan dirinya menambahkan juga setelah melakukan ngayah dan di Pura  Luhur Besi Kalung  dirinya juga melakukan ayah bakti di Pura Luhur Siwi, Batu Lumbung yang berlokasi di Desa Adat Soka, Senganan, Penebel Kabupaten Tabanan merupakan salah satu Pura peninggalan kerajaan Tabanan. Pura ini sampai saat ini masih terawat dengan baik.

“Kabupaten Tabanan sebagai daerah yang dingin dan sampai kinimasih trcatat sebagai lumbung beras daerah Bali, memang dari dulu sudah terkenal. Malahan di jaman kerajaan, keberadaan dunia pertanian di daerah ini mendapat perhatian serius dari para raja. Bukti dari keseriusan kerajaan Tabanan mempertahankan “Lumbung Beras” itu adalah dengan dibuatnya sebuah pura yang dikenal dengan nama Pura Luhur Ulin Siwi,” jelasnya.

Dan diakhir uleman ayah baktinya Jero Gede Ketut Sudikerta, melakukan ayah-ayahan di Merajan Sanging Gianyar, dan dirinya disana mendapatkan kesempatan untuk menjadi sebagai penggenter persembahyangan dan sudah berjalan dengan lancar .(td/jp).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button