Mangupura

Ketua DPRD Badung Hadiri Karya Melaspas di Banjar Pengabetan Kuta

Ritual sakral wujudkan keharmonisan, pemimpin daerah hadir memberikan dukungan

MANGUPURA, jarrakposbali.com – Di tengah suasana pagi yang teduh di Desa Adat Kuta, aura kesakralan terasa menyelimuti Banjar Pengabetan. Warga berpakaian adat serba putih, bebantenan tertata rapi, dan bau dupa yang menguar menandai berlangsungnya rangkaian Karya Melaspas, Mendem Dasar, Mendem Pedagingan, hingga Padudusan Alit.

Dalam suasana penuh kekhidmatan itu, Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti bersama Ketua Komisi IV DPRD Badung Graha Wicaksana turut hadir memberikan ngayah dan dukungan moral terhadap pelaksanaan upacara besar tersebut.

Kehadiran kedua pimpinan dewan itu disambut hangat oleh prajuru, tokoh adat, serta masyarakat Banjar Pengabetan. Upacara yang digelar Jumat (5/12) ini menjadi momentum penting bagi krama setempat dalam menyucikan bangunan suci dan memohon restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh rangkaian pembangunan berjalan lancar dan membawa kerahayuan bagi warga.

Paruman dan persiapan panjang yang dilakukan oleh krama kini mencapai puncaknya melalui pelaksanaan yadnya yang sarat makna. Prosesi demi prosesi dijalankan dengan penuh taksu dari Melaspas sebagai penyucian bangunan, Mendem Dasar dan Pedagingan sebagai simbol penyempurnaan, hingga Padudusan Alit untuk menetralisir dan memohon keselamatan.

Dalam kegiatan tersebut, suasana kekeluargaan begitu terasa. Para pemimpin daerah tampak berbaur dengan warga, ikut mengamati jalannya upacara sekaligus menyampaikan dukungan terhadap pelestarian tradisi dan adat yang masih kuat dijaga masyarakat Kuta.

Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti mengatakan,“Upacara seperti ini bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga wujud menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual. Kami hadir sebagai bentuk dukungan dan rasa ikut ngayah bersama masyarakat.”

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Badung Graha Wicaksana menambahkan,“Krama Banjar Pengabetan telah menunjukkan kebersamaan luar biasa dalam menyiapkan karya ini. Semoga bangunan yang disucikan hari ini membawa manfaat dan keselamatan bagi seluruh warga.”

Di balik gemerlap Kuta yang dikenal sebagai pusat pariwisata dunia, upacara yadnya seperti ini menjadi pengingat bahwa spiritualitas tetap menjadi napas utama kehidupan masyarakat Bali. Kehadiran para pemimpin daerah menambah semangat krama untuk terus menjaga warisan leluhur. Seiring petang yang mulai turun, asap dupa perlahan memudar, namun makna sakral dari Karya Melaspas di Banjar Pengabetan akan terus melekat sebagai bagian dari perjalanan budaya yang tidak pernah putus.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button