BangliBeritaDaerah

Ketua DPRD Bangli Dukung Program Makan Bergizi Gratis di SDN 1 Demulih

Ketut Suastika: “Anak-anak sehat, cerdas, dan bahagia adalah investasi masa depan Bangli.”

jarrakposbali.com, BANGLI – Suasana penuh semangat pagi itu menyelimuti halaman SDN 1 Demulih, Kecamatan Susut, Senin (13/10/2025).

Senyum ceria anak-anak menyambut kedatangan rombongan pejabat daerah yang hadir untuk mengikuti kegiatan penyerahan simbolis Paket Makan Bergizi Gratis.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan gizi anak sekolah, sekaligus memperkuat komitmen menuju generasi Bangli yang sehat dan cerdas.

Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Ketut Suastika, hadir secara langsung dalam acara tersebut, didampingi oleh Asisten I Setda Bangli, Anggota Forkopimda atau yang mewakili, Kadis Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, Kadis Kesehatan, serta Camat Susut, Kepala Desa Demulih, dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ketut Suastika menyerahkan secara simbolis paket makanan bergizi kepada sejumlah siswa. Paket tersebut berisi menu sehat yang telah disusun berdasarkan kebutuhan gizi anak usia sekolah, meliputi karbohidrat, protein hewani, sayur, dan buah segar.

Program ini tidak hanya menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan anak-anak, tetapi juga mendukung kesejahteraan keluarga di pedesaan. Dengan adanya makan bergizi gratis, beban ekonomi orang tua sedikit berkurang, sementara anak-anak dapat belajar dengan semangat tanpa khawatir lapar di sekolah.

“Program makan bergizi gratis ini adalah langkah nyata kita untuk memastikan anak-anak Bangli tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing. Makanan sehat itu bukan hanya soal kenyang, tapi juga tentang masa depan,” ujar Ketua DPRD Bangli Ketut Suastika usai menyerahkan bantuan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat dari dunia pendidikan, kesehatan, hingga ketahanan pangan demi memastikan setiap anak di pelosok Bangli memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan bahagia.

SDN 1 Demulih pun menjadi saksi nyata bahwa perhatian terhadap gizi anak bukan sekadar program, melainkan bentuk kasih dan tanggung jawab terhadap generasi penerus daerah.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button