BeritaBulelengDaerahSosial
Trending

Luar Biasa! Program 1000 Kacamata Untuk Bantu Disabilitas

Diinisiasi YKKS Untuk Bangun Asrama Disabilitas

SINGARAJA, Jarrak Pos BaliProgram 1000 kacamata yang menarik dibuat oleh penyandang disabilitas yang ditujukan kepada sesamanya.

Unik dan menarik serta luar biasa! Tiga kata ini menggambarkan program 1000 kacamata yang dibuat oleh Yayasan Kaki Kita Sukasada (YKKS).

Ini lantaran mereka yang juga penyandang disabilitas membuat 1000 kacamata yang ditujukan untuk aksi sosial kepada sesamanya.

Hal ini diutarakan oleh Ketua Tim Produksi YKKS, Paskalis Tambe; yang menyebutkan bahwa tujuan adanya program ini untuk penggalangan dana.

Sehingga mereka dengan gerakan mandiri ingin mewujudkan sebuah wadah pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Kami menjualnya sebesar Rp250 ribu, dengan tujuan untuk membuat asrama agar teman-teman disabilitas yang ada di rumah dapat ikut bekerja bersama kami di sini,” ujarnya.

“Apalagi kita tahu bahwa mereka itu mobilitasnya terbatas, jadi akan kita buatkan asrama agar bisa berproduksi bersama,” lanjut Ketua Tim Produksi YKKS.

Paskalis menyebutkan bahwa harga kacamata yang mereka produksi seharga Rp250 ribu yang hasil keseluruhannya nantinya akan digunakan untuk aksi sosial.

“Ya, hasilnya nanti kita salurkan untuk aksi sosial, pembuatan asrama untuk penyandang disabilitas, terlebih lagi yang belum bekerja” jelas Paskalis Tambe.

[irp] [irp] [irp]

Gunakan limbah plastik

Disinggung mengenai bahannya, ternyata YKKS membuat kacamata yang terbuat dari sampah plastik daur ulang meliputi plastik botol oli, hingga tutup botol.

Hanya saja, saat ini YKKS baru mengolah sampah plastik yang berbahan keras dan berencana mengolah yang berbahan dasar lunak.

Proses pembuatan kacamata dari sampah plastik melalui beberapa tahap, diantaranya pemilahan, dicuci sebelum masuk tahap pencacahan.

Lalu dilelehkan dan di-press dalam bentuk papan untuk kemudian dibentuk menjadi gagang kacamata sesuai pesanan.

Paskalis beralasan, pembuatan kacamata berbahan dasar plastik daur ulang ini sebagai bagian dari pemanfaatan limbah plastik.

“Saya berpikir bahwa sampah yang diolah ini harus dibuat menjadi permanen, seperti kacamata ini” kata pria asal Pulau Komodo, Flores itu.

“Daripada sampah yang diolah kemudian disimpan tetapi besok akan menjadi sampah karena tidak digunakan dengan baik,” sambungnya.

Paskalis Tambe
Salah satu proses pembuatan kacamata dalam rangka program 1000 kacamata. Foto: Franz Jr.
[irp] [irp] [irp]

Produksi sudah tembus mancanegara

Yang membanggakan, ternyata hasil produksi dari limbah plastik buatan YKKS ini sudah menembus mancanegara.

Seperti kacamata yang sudah sampai ke Jepang, kemudian kursi dan meja yang sudah menembus Singapura.

“Kalau kacamata sudah sampai ke Jepang. Sedangkan order terbanyak itu ke Singapura yakni kursi dan meja,” ujar Paskalis Tambe. (fJr/JP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button