Akibat Diguyur Hujan Sejak Dini Hari, Gumi Seromotan Klungkung Mengalami Beberapa Pohon Tumbang Dan Tanah Longsor

KLUNGKUNG, jarrakposbali.com | Akibat hujan yang menguyur sejak Dini hari, Gumi seromotan Klungkung mengalami beberapa kerusakan pohon tumbang dan tanah longsor, hal tersebut di sampaikan Kalak BPBD, Kabupaten, Klungkung, Putu Widiada, Senin (21/2/2022).

Dari informasi laporan yang didapat dari Masyarakat, dan sudah mendapatkan penanganan dimana pohon tumbang dan tanah longsor yang di akibatkan oleh hujan deras di sertai angin kencang di wilayah kabupaten klungkung. Ada 6 (enam ) kejadian di antaranya,” penanganan pohon jenis nangka tumbang menutup seluruh akses jalan, berlokasi di Dusun Kawan,Desa Paksebali, Kecamatan, Dawan, ” ujarnya.
Ditambahkannya juga penanganan, pohon jenis nangka tumbang menutup seluruh akses jalan, berlokasi di perbatasan Desa Timuhun dan Desa Bungbungan Kecamatan, Banjarangkan dan juga penanganan pohon jenis kapuk tumbang menutup seluruh akses jalan dan menimpa kabel listrik milik PLN, berlokasi di Semarapura Klod Kangin, Kecamatan ,Klungkung.
Ia pun mengatakan, penanganan pohon bambu dan pohon wani tumbang dan menimpa kabel listrik Milik PLN, berlokasi di Desa Nyanglan, Kecamatan, Banjarangkan.

“Kami juga menangani pohon jenis wani yang tumbang menutup seluruh akses jalan, berlokasi di Dusun Kayehan ,” dan penanganan pohon jenis nangka yang tumbang menutup seluruh akses jalan dan menimpa kabel listrik milik PLN di Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan , ” imbuhnya.
Kemudian penanganan pohon jenis Jati yang tumbang menutup seluruh akses jalan, berlokasi di dusun Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan, Dawan. Langkah cepat yang dilakukan ini berkat dukungan dari Masyarakat yang melaporkan kejadian melalu Grup Media Sosial WA BPBD Tangguh.
Laporan mulai masuk terhitung mulai pukul 05.00 wita s/d pukul 14.00 wita, tidak ada korban Jiwa dan melibatkan 1 (satu) personil TRC BPBD Klungkung di dukung armada dan peralatan yang digunakan 4 (empat) unit mobil oprasional BPBD klungkung dengan menggunakan 6 unit Gergaji Mesin.

“dan untuk saat ini telah tertangani dengan akses sudah kembali normal, ” pungkasnya. (td/JP).



