MGPSSR Karangasem Gelar Lokasabha Madya VII, Teguhkan Persatuan Pasemetonan
Digelar di Gedung MPP Karangasem, Lokasabha Madya Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Organisasi Maha Gotra Pasek

jarrakposbali.com,KARANGASEM – Organisasi pasemetonan terbesar di Bali, Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Karangasem, menggelar Lokasabha Madya ke-VII. Acara bertempat di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Karangasem,Sabtu (12/7/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tali pasemetonan, menyusun arah kebijakan organisasi ke depan, serta mengevaluasi program kerja sebelumnya.
Ratusan krama Pasek dari berbagai wilayah di Karangasem hadir untuk memberikan dukungan dan aspirasinya dalam forum tertinggi tingkat kabupaten ini. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya acara sejak pagi hari.
Dalam forum Lokasabha Madya VII tersebut, secara aklamasi terpilih I Wayan Suparta, SE yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, untuk menahkodai organisasi Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Karangasem masa bhakti 2025–2030.
Sosoknya dinilai mampu menyatukan semeton Pasek lintas generasi serta memiliki kapasitas dan pengalaman dalam kepemimpinan, baik secara organisasi maupun dalam struktur pemerintahan.
Pemilihan ini disambut antusias oleh seluruh peserta Lokasabha sebagai bentuk kepercayaan terhadap komitmen dan dedikasi Suparta dalam menjaga dan membesarkan pasemetonan Trah Gnijaya Wangsa, khususnya di Bumi Lahar, Karangasem.
“Ini adalah amanah yang luar biasa. Saya akan menjalankan tanggung jawab ini dengan sepenuh hati demi kehormatan dan kemajuan pasemetonan Pasek di Karangasem,” ujar I Wayan Suparta, SE dalam sambutannya usai terpilih.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program strategis pasemetonan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Catur Swadharmaning Kepasekan, yaitu Astiti ring Widhi (beriman kepada Tuhan), Bhakti ring Kawitan (berbakti kepada leluhur), Satya ring Bhisama (setia pada ajaran/sabda leluhur), dan Guyub ring Pasemetonan (rukun dalam persaudaraan).
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali sekaligus Ketua MGPSSR Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Lokasabha Madya VII MGPSSR Karangasem. Ia menekankan pentingnya semangat pasemetonan sebagai kekuatan sosial dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
“Pasemetonan bukan hanya soal budaya, tapi juga kekuatan untuk membangun dari desa. Mari terus jaga kebersamaan dan peran aktif semeton Pasek untuk Bali yang lebih maju,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Karangasem yang juga Sekretaris MGPSSR Provinsi Bali, Pandu Prapanca Lagosa, menyampaikan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan merangkul semua unsur pasemetonan. Ia berharap MGPSSR Karangasem terus maju dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Kepemimpinan yang solid dan merakyat jadi kunci agar MGPSSR terus berkembang tanpa melupakan akar budaya kita,” jelasnya.
Dengan dukungan penuh seluruh jajaran, termasuk Ketua Umum MGPSSR Pusat I Nyoman Kenak, SH., serta Ketua MGPSSR Karangasem periode 2013–2025 I Gede Pawana, Lokasabha Madya VII menjadi tonggak penting kebangkitan pasemetonan Pasek di Karangasem.
Tak hanya memperkuat struktur kepemimpinan dan arah organisasi, kehadiran sekitar 700 anggota Jaga Baya Pasek juga menandai semangat baru dalam menjaga keamanan, solidaritas, dan pelestarian nilai-nilai leluhur. Harapannya, jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 1.500 personel dalam dua tahun ke depan, sebagai wujud nyata semangat bela banua dan pasemetonan.
MGPSSR Karangasem kini melangkah ke masa depan dengan jati diri yang teguh, menjunjung nilai Catur Swadharmaning Kepasekan, serta mengedepankan pengabdian tulus demi kehormatan semeton dan kemajuan daerah Bumi Lahar tercinta.(jpbali).



