Mimih Dewa Ratu…! Korban Dugaan Penipuan Berkedok Kerja di Luar Negeri Terus Bertambah

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Korban dugaan penipuan berkedok kerja ke luar negeri yang diduga melibatkan LPK Patia Buana, ternyata terus bertambah.
Sejumlah warga Desa Brambang, Kecamatan Negara, Jembrana mengaku anak-anaknya juga menjadi korban janji pihak LPK untuk memberangkatkan bekerja di luar negeri.
Mereka mengaku telah menyetorkan sejumlah uang ke LPK yang diduga milik mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa yang terjerat sederet kasus korupsi.
“Anak saya sempat masuk di LPK Patria Buana tahun 2021. Masuk ke LPK itu karena dijanjikan diberangkatkan untuk bekerja di Newzeland,” ujar Kade Ariana, Jumat (25/10/2024).
Menurut Ariana, anaknya yang bernama I Nengah Dwi Adi Sentana masuk LPK Patria Buana awal tahun 2021 dan telah melunasi pembayaran hingga keberangkatan sebesar Rp 38,5 jt.
Pembayaran tersebut disertai bukti kwitansi yang ditandatangani oleh I Gede Winasa sebagai Direktur LPK Patria Buana dan Ni Komang Ayu Pebriyanti Dewi sebagai Bendahara. Pembayaran tersebut sudah termasuk biaya keberangkatan ke Newseland.
“Namun ternyata anak saya tidak kunjung diberangkatkan bahkan sampai sekarang ini tidak ada kabar apapun dari pihak LPK. Uang juga tidak dikembalikan dan saya dengar LPK sudah bubar,” bebernya.
Hal senada juga disampaikan oleh I Komang Wiasa. Anaknya yang bernama I Putu Sri Diana Wati juga pernah menjalani pelatihan di LPK Patria Buana tahun 2012 dengan membayar Rp 42 jt.
Pihak LPK menjanjikan anaknya berangkat dan bekerja di Jepang. Namun kenyataannya janji tersebut tidak terbukti. Hingga saat ini anaknya tidak kunjung diberangkatkan.

“Jangankan berangkat, kabarpun tidak pernah ada dari pihak LPK. Saya sudah berusaha meminta uang kembali dengan menemui Winasa, tapi jawaban Winasa saat ini katanya tidak punya uang karena anaknya kalah pilkada,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, mereka meminta etikat baik dari pihak LPK ataupun Winasa untuk mengembalikan uang-uang mereka. Karena uang tersebut sangat berarti bagi mereka yang bekerja sebagai petani.
Sementara itu I Gede Winasa belum bisa dikonfirmasi terkait tudingan tersebut. Dicoba menghubungi melalui WhatsApp dalam keadaan aktif, namun hingga berita ini dirilis tidak ada respon dari yang bersangkutan.(ded)



