DenpasarPendidikan

TIM PKM Riset Eksakta Universitas Udayana

Melakukan Riset Terkait Prevalensi Hipokalemia Akibat Penggunaan Furosemide Pada Pasien Gagal Jantung di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah

DENPASAR, jarrakposbali.com I Gagal jantung (Heart Failure) merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya kelainan struktur dan fungsi jantung sehingga mengganggu kerja jantung dalam mengisi dan memompa darah [4].

Menurut European Society of Cardiology (ESC) tahun 2022, diperkirakan 63 juta penduduk dunia menderita penyakit gagal jantung [7]. Indonesia berada pada urutan kedua dengan jumlah pasien gagal jantung terbanyak di Asia [8] dan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke di Indonesia [2].

Kematian pasien gagal jantung dapat disebabkan oleh beberapa kondisi penyerta, seperti dyspnea, kelelahan, dan retensi cairan [1]. Retensi cairan merupakan dampak dari respon kompensatorik jantung dalam mempertahankan fungsinya [6].

Retensi cairan pada pasien gagal jantung dapat menyebabkan edema, kesulitan bernafas, dan peningkatan jumlah dahak [1]. Pasien gagal jantung umumnya diberikan terapi diuretik untuk mengurangi retensi cairan pada tubuh pasien [5]. Furosemide merupakan obat diuretik yang umum diresepkan pada pasien gagal jantung sejak 20 tahun terakhir [4].

Furosemide bekerja pada sel nefron ginjal dengan meningkatkan pengeluaran air dan elektrolit melalui ekskresi urin serta menghambat transporter natrium-kalium-klorida pada cabang menaik dari lengkung Henle [3].

Selain itu, furosemide juga dapat menginduksi prostaglandin-mediated dan hormon aldosteron (hiperaldosteronisme) yang mampu meningkatkan sekresi kalium melalui urin [4]. Penggunaannya harus dimulai dengan dosis kecil dan disesuaikan dengan kondisi pasien untuk mencegah adanya efek samping [6].

Furosemide dapat menimbulkan perubahan kadar kalium pada tubuh pasien. Perubahan kadar kalium hingga dibawah normal (3,5 mmol/L) dapat menyebabkan pasien berada pada kondisi hipokalemia. Kondisi ini akan mempengaruhi detak jantung pasien, bahkan menyebabkan kematian pada pasien gagal jantung [1].

Tim PKM Riset Eksakta Universitas Udayana sedang melakukan riset untuk mengkaji kemungkinan terjadinya hipokalemia sebagai efek samping penggunaan obat furosemide pada pasien gagal jantung di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Tim ini terdiri dari Kadek Indra Aryani (Ketua Tim), Ni Putu Ika Swastiartha, Ni Komang Ayu Krisma Suriatha Putri, Ni Kadek Mas Ari Pratiwi, dan Made Suta Wahyudi (Anggota Tim) serta berada di bawah bimbingan Ibu Rini Noviyani, S.Si., M.Si.,Apt. PhD. Riset ini sudah mendapatkan izin penelitian dari Komisi Etik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Instalasi Penelitian RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Riset dilaksanakan selama bulan Mei hingga Agustus Tahun 2024 dan dilakukan dengan mengkaji data rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosis gagal jantung yang mendapatkan terapi furosemide selama periode Januari 2022 hingga Desember 2023.

Peneliti berharap riset ini dapat memberikan kontribusi pustaka dalam upaya pencegahan hipokalemia yang disebabkan oleh penggunaan furosemide sehingga menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada pasien gagal jantung.

Daftar Pustaka DiPiro, J. S., Yee, G. C., Posey, L. M., Haines, S. T., Nolin, T. D., and Ellingrod, V. (2021). Pharmacotherapy Handbook.  Edisi ke-11, McGraw Hill. USA.

Donsu RA, Rampengan SH, Polii N. 2020. Karakteristik Pasien Gagal Jantung Akut di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Periode Januari-Desember 2018. Med Scope J.1(2):30–7.

Felker, G.M., Ellison, D.H., Mullens, W., Cox, Z.L. and Testani, J.M., 2020. Diuretic Therapy for Patients with Heart Failure: JACC State-Of-The-Art Review. Journal of the American College of Cardiology, 75(10):1178-1195.

Heidenreich, P. A., Bozkurt, B., Aguilar, D., Allen, L. A., Byun, J. J., Colvin, M. M., Deswal, A., Drazner, M. H., Dunlay, S. M., Evers, L. R., Fang, J. C., Fedson, S. E., Fonarow, G. C., Hayek, S. S., Hernandez, A. F., Khazanie, P., Kittleson, M. M., Lee, C. S., Link, M. S., Milano, C. A., … Yancy, C. W. 2022. AHA/ACC/HFSA Guideline for the Management of Heart Failure: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 145(18): 895–1032.

Kemenkes RI. 2021. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/4801/2021 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Gagal Jantung. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia). 2020. Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung. Edisi Kedua. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Jakarta Barat.

Rosano, G.M.C., Seferovic, P., Savarese, G., et al. 2022. Impact Analysis of Heart Failure Across European Countries: an ESC-HFA Position Paper. ESC Heart Failure.9: 2767–2778.

Savarese, G., Becher, P.M., Lund, L.H., Seferovic, P., Rosano, G.M.C, and Coats, A.J. 2022. Global Burden of Heart Failure: A Comprehensive and Updated Review of Epidemiology. European Society of Cardiology. 118: 3272–3287.

Narasumber : Ketua Tim PKM Riset Eksakta Universitas Udayana,Kadek Indra Aryani.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button