Berita

Pelaku Pariwisata Bali Optimis Bulan Juni Mendatang Wisma Membludak Kunjungi Bali

Jarrakposbali.com | Di saat liburan Idul Fitri tahun ini jumlah kunjungan wisatawan domestik sangat tinggi,bahkan menurut informasi dari para staf hotel-hotel berbintang di Bali,tahun ini tingkat hunian dari tamu domestik paling tinggi.Hal ini dipengaruhi oleh harga kamar hotel berbintang masih relatif terjangkau.

Namun tingginya occupancy( tingkat hunian) tersebut tidak lebih dari dua minggu,bahkan puncaknya hanya beberapa hari.

Lalu,bagaimana untuk selanjutnya? Menurut informasi dari beberapa praktisi pariwisata memberikan signal yang harap- harap cemas.Kenapa demikian?

Occupancy forecast hotel- hotel di Bali dalam bulan ini hingga beberapa bulan ke depan menunjukkan trend peningkatan yang signifikan.Calon wisma dari berbagai negara yang sudah booking mengalami peningkatan yang pesat.Ini sungguh merupakan suatu kegembiraan dari para insan pariwisata di Bali yang sudah dua setengah tahun kolap.

Tapi,akankah harapan mereka akan menjadi kenyataan? Ataukah hanya sekadar harapan semu alias pemberi harapan palsu( PHP) semata?

Berikut ini pewarta Jarrak menghubungi beberapa pelaku pariwisata sebagai di beberapa kawasan di Bali.

Pertana,I Made Artana,seorang Resort Manager The Kalyana Ubud Resort mengatakan room occupancy saat ini mencapai 80% yang didominasi oleh wisatawan asing.

“Astungkara,saat ini room occupancy sudah menembus angka 80%.Dan memang dalam bulan ini kebanyakan hotel di wilayah Ubud tingkat huniannya tinggi yang didominasi oleh wisatawan mancanegara,seperti Australia,Rusia dan dari negara- negara- lain juga sudah banyak.Occupancy forecast atau calon tamu yang sudah booking untuk bulan Juni hingga saat ini sudah mencapai 75%.Dan ini pasti akan meningkat,bahkan saya perkirakan akan mencapai full book,”terang pelaku pariwisata asal Desa Sibang Gede ini.

Ditanya mengenai kemungkinan ada lonjakan kasus Covid pasca liburan Idul Fitri,Artana merasa tetap optimis itu tidak akan terjadi.

“Ya,kami selaku pariwisata berpikir positif saja.Kita optimis dan percaya kepada pemerintah.Beliau- beliu yang di atas pasti care sama kita,sama dunia pariwisata.Di samping juga perlu tetap kesadaran kita selaku masyarakat untuk mentaati aturan prokes sehingga tidak berpotensi ada kasus baru lagi,”pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wayan Agus,seorang manager di salah satu hotel di daerah Ubud.

“Saya selaku pekerja pariwisata sangat gembira melihat perkembangan tingkat kunjungan wisma ke Bali,khususnya ke daerah kami di Ubud.Mudah- mudahan tidak ada lagi kasus Covid-19.Jujur saja,kami di sini ada juga rasa was-was akan terjadi lonjakan lagi pasca ramainya orang- orang yang mudik lebaran yang sepertinya kebanyakan tidak mentaati prokes.Semoga itu tidak terjadi sehingga tamu yang sudah booking kamar tidak batal ke Bali,” harapnya.

eSmentara itu,untuk hotel- hotel di wilayah Kuta,Legian dan Nusa Dua menurut informasi dari karyawan hotel,tingkat hunian rata -rata sudah menunjukkan peningkatan,termasuk juga calon wisatawan dari berbagai negara sudah banyak yang booking kamar hotel. (asa)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button