Bencana AlamDaerah

Penanganan Cepat, Jembatan Bilukpoh Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan dengan Sistem Buka Tutup

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Gerak cepat tim gabungan dan segenap komponen mengatasi bencana banjir bandang di bumi Makepung Jembrana, mulai membuahkan hasil.

Pembersihan material banjir bandang berupa tanah dan batang-batang kayu besar yang menutup jembatan Bilukpoh di Kecamatan Mendoyo, baik bagian atas maupun bagian bawah jembatan dengan menerjunkan empat unit alat berat bantuan dari PT Perkasa, nyaris rampung.

Awalnya tepatnya pada Senin, 17 Oktober 2022 sore, baru kendaraan roda dua dan mobil kecil yang diberikan melintasi jembatan, namun dihari kedua pembersihan (Selasa, 18 Oktober 2022) sore kendaraan berat, diantaranya truk dan bus telah diberikan melintas. Diketahui untuk kendaraan besar sempat terjebak macet hingga dua hari dua malam.

Petugas tim gabungan memberikan kebijakan bagi kendaraan berat tersebut melintas, setelah tim teknis dari Balai Besar Bina Marga Wilayah VIII Jawa Timur-Bali mengecek kondisi jembatan pasca diterjang banjir bandang.

Namun tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, SAR, Basarnas, PUPR, BWS dan Balai Besar Bina Marga serta komponen lainnya, masih memberlakukan sistem buka tutup jembatan Bilukpoh. Langkah ini diambil petugas untuk memastikan keamanan para pengendara.

Sementara itu PPK Bali Balai Besar Bina Marga Wilayah VIII Yuni Satya dikonfirmasi jarrakpos melalui telpon mengungkapkan, untuk penanganan jembatan Bilukpoh di Kecamatan Mendoyo, Jembrana pasca banjir bandang, pihaknya dibantu oleh semua komponen yang ada.

Bantuan tersebut diantaranya, Polri, TNI, BPBD mulai dari Provinsi dan Kabupaten, BWS, PUPR Kabupaten dan Provinsi hingga Kementerian PUPR, serta tidak ketinggalan dari pengusaha, terutama pengusaha alat berat. Sehingga langkah cepat dalam penanganan bisa dilaksanakan.

“Langkah cepat yang bisa kita upayakan adalah bagaimana jembatan tersebut bisa dilewati kendaraan, meskipun dengan sistem buka tutup, untuk mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Lanjut Yuni Satya, saat ini pihaknya mengupayakan melakukan pemancangan di jembatan tersebut dan masih menunggu tiang pancang. Menurutnya pemancangan dilakukan karena dikhawatirkan jembatan bisa ambruk pasca diterjang banjir bandang. Pemancangan itu merupakan upaya darurat.(ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button