BangliBerita

Rakerda Pramuka Bali 2026 Digelar di Bangli, Fokus Evaluasi dan Arah Program

BANGLI, jarrakposbali.com – Pada Sabtu 28 Maret 2026 Pagi itu, suasana di kawasan Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama terasa lebih hidup dari biasanya. Sejumlah tokoh daerah, pengurus, dan anggota Gerakan Pramuka dari berbagai kabupaten di Bali berkumpul dalam satu ruang yang sama.

Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali Tahun 2026 menjadi momen penting bagi konsolidasi program kepramukaan di tingkat provinsi. Ketua DPRD Kabupaten Bangli Ketut Suastika hadir bersama Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap peran strategis Pramuka dalam pembinaan generasi muda.

Dalam forum ini, pembahasan tidak hanya berhenti pada laporan kegiatan. Para peserta diajak untuk mencermati pelaksanaan program kerja tahun 2025 secara menyeluruh. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan yang cukup terbuka, mengingat dinamika kegiatan kepramukaan yang terus berkembang di tengah perubahan sosial.

Sering kali, forum seperti ini menjadi ruang refleksi yang jujur. Apa yang berjalan baik dipertahankan, sementara yang masih belum optimal dibahas bersama untuk diperbaiki. Pada akhirnya, arah pembinaan generasi muda melalui Pramuka tetap menjadi benang merah yang mengikat seluruh diskusi.

Selain evaluasi, perhatian juga diarahkan pada pemantapan program kerja tahun 2026. Fokusnya lebih pada penguatan kualitas kegiatan, termasuk peningkatan keterampilan anggota dan relevansi program dengan kebutuhan zaman. Di banyak kasus, pendekatan yang adaptif menjadi kunci agar Pramuka tetap dekat dengan generasi muda.

Tidak kalah penting, penyusunan program kerja tahun 2027 mulai dirancang sejak sekarang. Langkah ini memberi ruang perencanaan yang lebih matang, sehingga setiap kegiatan tidak sekadar berjalan, tetapi juga memiliki arah yang jelas.

“Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk melihat kembali apa yang sudah kita lakukan, sekaligus memastikan langkah ke depan tetap sejalan dengan tujuan pembinaan generasi muda,” ujar salah satu peserta dalam forum tersebut.

Menjelang akhir kegiatan, suasana diskusi perlahan mengendap menjadi kesepahaman. Ada rasa bahwa proses ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan nilai-nilai kepramukaan. Dari Bangli, arah baru itu disusun pelan-pelan, dengan harapan tetap relevan di tengah perubahan yang terus berjalan.(JpBali).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button