BeritaBulelengDaerahOlahraga
Trending

Porprov Bali 2022: Lapangan Becek, Buleleng Imbang Lawan Tabanan

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Tim sepak bola Buleleng harus puas bermain imbang melawan Tabanan lantaran lapangan becek di Porprov Bali 2022.

Kabupaten Buleleng tampil melawan Tabanan dalam cabang olahraga (cabor) sepak bola di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2022.

Berlangsung di Lapangan Mengwi, pada Senin, 14 November 2022 sore, kedua tim harus puas bermain imbang dengan skor 1-1.

Dipimpin wasit, Putu Agus Joniarta; yang didampingi asisten wasit, Putu Agus Setiawan dan Nengah Jati Artawan; pertandingan ini berlangsung seru.

Lantaran pemain Buleleng dan Tabanan sama-sama kesulitan memainkan bola sepanjang pertandingan karena kondisi yang becek.

Bahkan di sisi utara dan selatan lapangan masih tampak genangan air.

Kondisi itu memaksa Berlino Ali Pradhana dkk berupaya mengoptimalkan bola-bola lambung serta memainkan bola-bola panjang.

Namun tetap saja genang air menyulitkan pergerakan karena mereka tidak bisa melakukan dribble dan mengeksekusi bola.

Kondisi lapangan itu sempat membuat Buleleng tertinggal terlebih dahulu setelah gawang Kadek Angga Martada dibobol pemain Tabanan.

Tapi Buleleng berhasil mengejar ketertinggalan melalui gol I Made Irvan Frandika pada menit ke-53, yang berhasil memanfaatkan umpang lambung dari tengah lapangan.

Permainan tidak optimal

Pertandingan tersebut disaksikan langsung Ketua Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa; Ketua KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja; serta beberapa pengurus Askab PSSI Buleleng.

Bahkan ada juga beberapa supporter yang datang langsung dari Buleleng untuk mendukung kabupaten tercintanya.

Ketua Askab PSSI Buleleng, Gede Suyasa; mengatakan bahwa kondisi lapangan membuat pertandingan antara Buleleng melawan Tabanan tidak bisa berjalan dengan optimal.

Karena kondisi lapangan yang becek membuat pemain tidak bisa menunjukkan kualitas permainan mereka, sehingga Suyasa meminta panitia pelaksana mengevaluasi kondisi lapangan.

“Teknik pemain tidak kelihatan. Selain itu pemain sangat berpotensi cidera karena jatuh, kram, keselo, dan sebagainya,” kata Suyasa.

“Kalau bisa airnya disedot dulu, kemudian dikeringkan,” ujar pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng.

“Kami berharap sih upaya tersebut dibantu, supaya permainan tim juga bisa berkembang,” ujarnya. (fJr/*/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button