BeritaMangupura

Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Membuka Peluang Dukung Mahasiawa Untuk Menjadi Pengusaha Muda Mandiri Menggandeng Barisan Muda Wirausaha Indonesia (BMWI) , Gelar Seminar dan Workshop Kewirausahaan

MANGUPURA, jarrakposbali.com | Tingkatkan kualitas sumber daya manusia secara teori dan mandiri  baik dari sisi  teknis dan interaksi langsung dengan masyarakat, Barisan  Muda Wirausaha Indonesia, Gelar Seminar dan Workshop Kewirausahaan, acara bertempat di Ruang Bangsa Gd.Rektorat Universitas Udayana, Senin (23/10/2023).

Kordinator Program Studi Farmasi, Dr.apt. Eka Indra Setyawan , S.Farm,M.Sc ,

Workshop di buka oleh Wakil Rektor 4 Bidang Perencanaan Kerjasama dan Informasi, Prof.Dr.dr I Putu Gede Adiatmika M.Fes dan di dampingi oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Prof.Dra. Ni Luh Watianiasih MSc.PhD bersama Kepala Biro Kemahasiswaan Drs. I Ketut Kartika .

Kordinator Program Studi Farmasi, Dr.apt. Eka Indra Setyawan , S.Farm,M.Sc , menjelaskan bahwa wirausaha muda harus mampu untuk mandiri , karena kelangsungan dari apa yang di laksanakan hari ini adalah sejatinya ada pada anak-anak yang hadir pada acara ini.

“Kami pihak perguruan tinggi bertindak sebagai fasilitator, selanjutnya eksekusi ada ditangan kalian”ujarnya penuh semangat.

Sementara itu  Ketua Umum DPP Barisan Muda Wirausaha Indonesia, Dr.Syamsul Hidayah M.Kep, menjelaskan bahwa wirausaha muda yang berkelanjutan membutuhkan sebuah benteng atau pondasi yang kuat secara teori dan mental.

Ketua Umum DPP Barisan Muda Wirausaha Indonesia, Dr.Syamsul (tengah baju coklat).

Dimana dalam  workshop selama   2-3 hari hari akan diberikan cara bagaimana membangun pondasi wirausaha dari segi legalitas membuat NIB (Nomor Induk Berusaha) ataupun dalam cara mengapload data yang diperlukan.

” Kami akan berikan informasi ini dengan baik dan benar agar tidak sampai gagal dalam memasukan semua dokumen yang diperlukan,” ujarnya.

Diterangkannya juga bahwa pihaknya juga memberikan pendampingan agar supaya apa yang didapatkan secara teori benar-benar bisa terimplementasi dengan baik.

“Sehingga kamipun memberikan pendampingan baik secara online ataupun offline,” jelasnya.

Dalam organisasi Barisan Muda Wirausaha Indonesia ini sudah bergabung dengan berbagai badan usaha dan untuk kedepannya pihaknya akan mendatangkan pengusaha yang lebih paham akan bagaimana caranya untuk mendapatkan permodalan, sehingga nantinya apa yang dilakukan benar -benar sesuai dengan apa yang di harapkan.

“Kami akan komunikasikan dengan pihak pusat bagaimana alur untuk mendapatkan permodalan itu secara tepat,’ bebernya.

Diakhir pembicaraannya bahwa pihaknya juga melakukan monitoring, tentunya wirausaha itu memenuhi lima hal yang digunakan di Barisan Muda Wirausaha Indonesia, 1 ) memberikan pelatihan dalam bagaimana caranya untuk membuat NIB, 2 ) Kemudian mereka harus memiliki orang untuk melakukan pendaftaran, 3) Setelah baru mendapatkan pendampingan dalam mengurus tata cara agar bisa memenuhi syarat, 4 ) Kemudian akses permodalan ,5) dan Barisan Wirausaha Muda ini akan di dampingi secara online ataupun offline, 5) Kemudian Baru monitoring agar supaya apa yang dilakukan dapat terimplementasi dengan tepat dan benar.(tude/jpbali).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button