BeritaBuleleng

Putri Koster Dorong UMKM dan Desainer Buleleng “Keluar dari Tempurung”

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Karya lokal sering kali lahir dengan kualitas yang kuat, tetapi perjalanan untuk dikenal lebih luas membutuhkan keberanian. Pesan itulah yang terasa dalam Dekranasda Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Kamis (8/10/2026).

Di hadapan para perajin, pelaku UMKM dan desainer Buleleng, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak para pelaku industri kreatif untuk berani membuka ruang yang lebih luas bagi karya mereka.

Wastra Bali, menurutnya, memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kuncinya ada pada kreativitas, kualitas dan keberanian memperkenalkan karya kepada publik yang lebih luas.

Bagi Putri Koster, kegiatan fashion show di kabupaten/kota memiliki arti penting dalam proses pembinaan. Panggung tersebut menjadi ruang bagi karya daerah untuk mendapatkan perhatian, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri kreatif Bali.

Dekranasda Provinsi Bali sendiri memiliki tiga program utama peragaan busana, yakni Dekranasda Fashion Road Show, Dekranasda Bali Fashion Day dan Dekranasda Bali Fashion Week.

Ketiga program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan fesyen berbasis wastra Bali dan membuka semakin banyak ruang bagi UMKM serta desainer lokal.

“Kami ingin membina UMKM yang ada di kabupaten dan juga para desainernya. Harapannya ke depan mereka bisa membuka tempurungnya, sehingga karya-karya mereka bisa keluar dan dikenal lebih luas.”

Pesan “keluar dari tempurung” menjadi salah satu titik penting dalam road show kali ini. Putri Koster ingin pembinaan yang selama ini dilakukan di tingkat provinsi dapat dirasakan hingga kabupaten/kota.

Para pelaku kreatif daerah didorong untuk menampilkan karya terbaiknya. Kualitas produk perlu terus diperkuat agar karya wastra dan fesyen Bali memiliki ruang yang semakin besar di pasar nasional.

Pada tahap berikutnya, peluang bahkan terbuka hingga panggung internasional. Dekranasda Bali menyiapkan proses kurasi bagi desainer kabupaten/kota yang memiliki karya dan kualitas yang siap dipromosikan ke luar negeri.

“Ketika nanti kami melakukan fashion show ke luar negeri, kami akan mengajak desainer dari kabupaten/kota yang akan kami kurasi. Jadi, kesempatan itu terbuka bagi desainer daerah yang memiliki karya dan kualitas yang siap ditampilkan di tingkat internasional.”

Bagi Buleleng, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan kekuatan wastra daerah, terutama kain endek yang selama ini tumbuh bersama kehidupan masyarakat.

Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra menyambut baik pelaksanaan Fashion Road Show di Buleleng. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang promosi bagi para perajin dan UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Endek memiliki cerita yang panjang. Kain ini tidak hanya berbicara mengenai motif dan warna, tetapi juga menyimpan pengetahuan, keterampilan dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Ketua Dekranasda Provinsi Bali selalu mengingatkan kami bahwa endek bukan hanya sebuah kerajinan biasa, tetapi juga merupakan warisan budaya.”

Dari Singaraja, pesan yang dibawa cukup jelas. Wastra Bali perlu terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, sementara akar budayanya tetap dijaga.

Dekranasda Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pemerintah, perajin, UMKM dan desainer dalam satu gerak bersama.

Pada akhirnya, “keluar dari tempurung” bukan sekadar ajakan untuk tampil di atas panggung. Ia menjadi dorongan agar karya Buleleng berani menemukan pasar, memperluas jejaring dan membawa identitas wastra Bali semakin jauh.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button