Rilis Lagu Berjudul Salam 41, Ketut Werdi Ingatkan Dewan Eling dengan Rakyat

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Mendekati Pemiĺu 2024, Ketut Werdi, salah satu seniman dan musisi Jembrana justru meliris single baru bertajuk “Salam 41”
Lagu baru berbahasa Bali tersebut sengaja di rilis di channel youtobe miliknya saat mendekati Pemilu Legislatif karena berisikan kritikan bagi para wakil rakyat yang telah duduk di kursi DPR, baik itu DPRD tingkat II, Provinsi maupun DPR RI.

Lewat lagu yang garap apik dan dibalut gubahan musik yang pariatif, Ketut Werdi, musisi asal Banjar Baleagung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana itu, mencoba menyuarakan hatinya tentang kegundahannya terhadap kebiasaan beberapa anggota dewan.
Dimana dia mengungkapkan, sebelum menjabat beberapa wakil rakyat tersebut rajin turun ke masyarakat mengobral janji untuk meraih dukungan. Namun setelah menjabat justru hilang selama empat tahun dan baru kembali muncul menyapa masyarakat menjelang pemilu.
“Ini ungkapan hati saya atau mungkin bisa dibilang mewakili suara masyarakat karena ada wakil rakyat yang menjabat hilang selama empat tahun tapi baru muncul satu tahun menjelang pemilu,” ujar Ketut Werdi di temui di rumahnya, Selasa (16/1/2024).
Nah lanjut Werdi, lewat lagu inilah dia berusaha mengingatkan para wakil rakyat agar saat menjabat jangan lupa dengan masyarakatnya, lebih rajin turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya bisa diperjuangkan di parlemen.
“Itulah sebenarnya keinginan masyarakat terhadap mereka (anggota dewan). Jangan hanya turun saat mencari dukungan saja. Dia harus ingat ada rakyatnya yang harus diperjuangkan,” imbuh Werdi.
Namun demikian, dia tidak menampik dari sekian banyak para anggota DPR baik itu tingkat II, provinsi dan pusat, masih banyak yang perduli terhadap masyarakat dan telah terbukti berjuang untuk masyarakat.
“Kalau semua wakil rakyat seperti itu, niscaya masyarakat jauh lebih maju,” ujarnya.
Ketut Werdi berharap lagu berjudul Salam 41 yang baru dirilis beberapa waktu lalu bisa diterima oleh pencinta lagu pop Bali dan bisa mengingatkan anggota dewan yang memang sengaja melupakan masyarakatnya.(ded)



