Berita

Saat Tumpek Landep, Jasa Cuci Motor Ketiban Rejeki Nomplok

BADUNG, jarrakposbali.com | Kalimat-kalimat provokatif yang biasanya diungkapkan oknum-oknum tertentu, yang disinyalir mendiskreditkan umat Hindu Bali sering menghambur- hamburkan uang akibat seringnya upacara yadnya digelar patut diluruskan.

 

Hal tersebut, karena yadnya diartikan sebagai persembahan rasa bakti umat kepada Sang Pencipta atas karunia yang telah dilimpahkan. Selain itu, upacara yadnya juga mengakibatkan terjadinya proses perputaran roda perekonomian masyarakat Bali.

 

Dicontohkan, saat sebuah keluarga melaksanakan yadnya, ditengarai mereka akan membeli berbagai jenis keperluan sarana upacara yadnya, seperti janur, bunga, buah- buahan dan sarana lainnya sebagai bahan keperluan upakara. Hal tersebut menyebabkan makin besarnya perputaran roda perekonomian di wilayah tersebut.

 

Seperti halnya, saat perayaan hari Tumpek Landep. Semua umat Hindu di Bali, bahkan di daerah lainnya di Indonesia melaksanakan upacara penyucian terhadap benda-benda yang terbuat dari besi, seperti keris, pisau, peralatan pertanian dan senjata lainnya.

 

Seiring dengan kemajuan zaman merambah juga ke barang- barang modern, seperti motor, mobil, komputer dan jenis lainnya berbahan besi.

 

Terkait dengan penyucian alat-alat transportasi, khususnya motor dan mobil, umat Hindu melaksanakan perayaan hari Tumpek Landep.

 

Untuk itu, merayakan membuka lagi peluang bisnis bagi jasa pencucian motor dan mobil ini.Nah,ini juga menjadi bukti bahwa Bali Pulau Seribu Pura yang tiada hari tanpa yadnya( persembahan suci) selalu sarat membuka celah- celah perekonomian,bukan saja bagi Umat Hindu,tapi juga umat bagi lain yang tidak merasa haram mengais rezeki dari perputaran yadnya Umat Hindu.

 

Saat awak media hunting ke beberapa lokasi jasa pencucian mobil dan motor sempat mewawancarai beberapa karyawan dan pemilik jasa ini.Suyono,salah seorang buruh pencucian mobil di daerah Abiansemal mengatakan,bahwa sejak H-1 Hari Tumpek Landep pasuh mulai membludak.”Waduh,ini kalau sudah menjelang Tumpek Landep pasti antrean panjang,Pak.Lihat saja,sampai membludak begini.Sedangkan kalau hari biasa paling- paling ada dua- tiga mobil,”terang buruh asal Jember ini.

Berlanjut ke jasa pencucian mobil yang lain,situasinya juga sama.Selama dua hari penuh semua buruhnya hampir tidak sempat istirahat.

Demikian juga jasa pencucian motor.Semua penuh dengan antrean panjang.Cuma hunting terakhir pukul 17.00 sore ini(09/04/2022) penulis sempat mampir di depan Gepeng Motor,tempat jasa pencucian motor di Jl.Raya Sangeh di mana antrean sudah mulai berkurang,lebih- lebih cuaca mulai mendung.

 

Saat diwawancarai,Kadek Sastrawan selaku pemilik Gepeng Motor mengatakan bahwa sejak kemarin pasuhnya betul- betul membludak.

 

“Ini pasuhnya sudah mulai berkurang,kan jam segini kebanyakan motornya sudah diupacarai.Sejak kemarin pagi hingga siang ini pasuhnya betul- betul membludak.Kalau hari biasa kami dapat sekitar 15 sampai 20 unit,tapi kalau Hari Tumpek Landep bisa mencapai di atas 60 unit dalam sehari.Kami sampai kewalahan mengerjakannya.Untungnya para pelanggan mau sabar menunggu antrean,”ujar Dek Gepeng,panggilan akrabnya.

 

Mengenai tarip,Dek Gepeng mengaku tidak ada kenaikan.”Untuk tarip,kami tidak mengadakan kenaikan meskipun berapa banyaknya pasuh.Cukup Rp.15.000,00 per unit untuk semua jenis sepeda motor kami jamin motornya sudah benar- benar bersih dan kinclong,”ujarnya bersemangat. (Asa)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button