BeritaBulelengDaerahSeni Budaya
Trending

Melihat Pembuatan Waraha Awatara, Ogoh-ogoh Taman Sari Community

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Pada Nyepi 2023, Taman Sari Community (TSC) membuat ogoh-ogoh Waraha Awatara.

Euforia para pemuda di Bali khususnya di Kota Singaraja menyambut hari Nyepi tahun caka 1945 di tahun 2023 ini memang luar biasa.

Ogoh-ogoh yang sudah menjadi ciri khas dari hari Nyepi pun mulai banyak dibuat oleh para pemuda di Kota Singaraja.

Salah satunya yang dilakukan oleh kelompok pemuda pemudi Taman Sari Community yang bermarkas di Lingkungan Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Kreator ogoh-ogoh, Komang Agus Putra Sari; menjelaskan bahwa pada Nyepi 1945 ini, mereka mengambil tema Waraha Awatara.

“Tema kali ini adalah Wahara Awatara yang merupakan perwujudan ketiga dari Dewa Wisnu, yakni babi hutan,” ujarnya pada Senin, 6 Maret 2023 malam.

Kretaor ogoh-ogoh Taman Sari Community, Komang Agus Putra Sari
Kreator ogoh-ogoh Taman Sari Community, Komang Agus Putra Sari. Foto: Franz Jr.

Wujud semangat

Waraha Awatara merupakan wujud ketiga dari sepuluh penjelmaan Dewa Wisnu, yang digambarkan berwujud manusia berkepala babi hutan.

Diceritakan bahwa Waraha menyelamatkan bumi yang akan dijatuhkan ke ‘lautan kosmik’ oleh raksasa Hiranyaksa.

Waraha yang mengetahui hal itu mencoba menopang bumi menggunakan kedua taringnya, namun dihadang oleh Hiranyaksa.

Keduanya lalu bertarung yang konon pertarungan itu berjalan selama ribuan tahun dan Dewa Wisnu yang menjelma sebagai Waraha memenangkannya.

Kemudian Waraha Awatara mengangkat bumi menggunakan kedua taringnya yang panjang kembali ke orbitnya sehingga menyelamatkan manusia dari kiamat.

“Ini sebagai lambang bagi kami kaum muda, yakni semangat untuk bangkit meskipun dalam keterpurukan,” jelasnya mengenai makna ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh ini diketahui menggunakan rangka awal dari bambu, dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan, yakni bambu serta koran bekas.

Hal ini tentu berbeda dari kebanyakan ogoh-ogoh yang menggunakan rangka awal dari besi.

Ogoh-ogoh Waraha Awatar ini dibuat berdiri dengan satu kaki berjinjit, dengan raut Waraha yang seram ditambah adanya empat tangan.

Nantinya, keempat tangannya akan memegang senjata sesuai dengan gambaran dari Waraha Awatara, yakni cakra yang akan berputar, gada, sangkakala, serta bunga teratai.

“Tinggi ogoh-ogoh mencapai enam meter, dengan lebar satu meter,” ujar pemuda yang akrab disapa Bracuk itu.

Ogoh-ogoh big seize karya Taman Sari Community
Ogoh-ogoh big size karya Taman Sari Community. Foto: Istimewa/Kolase Franz Jr.

Terkendala kondisi alam

Taman Sari Community memang diketahui acapkali membuat ogoh-ogoh berukuran besar atau yang sering disebut big size.

Big size baik dari segi ukuran maupun tinggi ogoh-ogoh itu.

“Untuk Taman Sari beberapa tahun ke belakang memang big size (ogoh-ogohnya), tahun lalu pernah membuat ogoh-ogoh Rahwana,” jelasnya.

“Waraha Awatara ini mungkin terlihat kecil tapi lebih tinggi,” lanjut Bracuk.

Pembuatan karya seni ini pun dilakukan secara bersama-sama dengan pemuda pemudi di Lingkungan Taman Sari.

Mulai dari pembuatan rangka awal, pemasangan konstruksi anatomi tubuh, menutup rangka menggunakan koran, hingga membuat aksesoris atau hiasan.

Meskipun begitu, Bracuk menyebutkan karena lokasi mereka yang berada di pinggir pantai, membuat pihaknya harus bekerja ekstra.

Lantaran angin laut yang kencang mengarah ke Wantilan Taman Sari ditambah lagi ombak yang tinggi serta hujan.

“Kendala karena dekat dengan pantai, ditambah angin dan ombak tinggi, kemudian hujan sehingga untuk pengerjaan jadi lebih lama karena ogoh-ogoh tidak dapat dijemur,” ungkapnya.

Terkait biaya yang sudah dikeluarkan, Bracuk menyebutkan bahwa dana bisa saja membengkak lantaran ogoh-ogoh yang masih dalam tahap penyelesaian.

Ia menyebutkan bahwa pembuatan ini sudah memakan biaya hingga tiga juta rupiah, kemudian sanan yang sudah menelan biaya sebanyak tiga juta rupiah. (fJr/JP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button