
GIANYAR, jarrakposbali.com – Suasana Puri Agung Gianyar pada Jumat 6 Febroari 2026 pagi terasa tenang dan penuh penghormatan. Di tempat yang sarat sejarah tersebut, Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada ahli waris almarhum Ida Bhagawan Blebar.
Santunan diterima langsung oleh Anak Agung Gde Mayun sebagai ahli waris keluarga. Momen ini menjadi bentuk perhatian negara terhadap perlindungan sosial, sekaligus penghormatan atas pengabdian almarhum yang pernah memimpin Kabupaten Gianyar.
Almarhum Ida Bhagawan Blebar sebelumnya dikenal sebagai Anak Agung Gde Agung Bharata. Setelah menjalani prosesi mediksa atau diksa, beliau menjalani kehidupan sebagai sulinggih dan dikenal luas sebagai tokoh spiritual di masyarakat.
Dalam perjalanan pengabdiannya, almarhum juga pernah memimpin Kabupaten Gianyar sebagai Bupati selama dua periode, yaitu tahun 2003 hingga 2008 dan kembali pada periode 2013 hingga 2018. Jejak kepemimpinannya masih dikenang melalui berbagai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, menjelaskan bahwa penyerahan santunan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial kepada para pekerja.
“Penyerahan santunan ini menjadi bentuk kehadiran negara melalui pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja, termasuk para sulinggih yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Gianyar mulai memperluas cakupan perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga kelompok masyarakat yang selama ini memiliki peran sosial dan spiritual di tengah kehidupan masyarakat Bali.
Melalui kebijakan yang didukung anggaran daerah, para sulinggih di Kabupaten Gianyar kini mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Gianyar telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada para sulinggih. Saat ini tercatat sebanyak 372 sulinggih telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Gede Suardana.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah tetap melanjutkan program perlindungan sosial bagi pekerja rentan yang hingga kini tercatat mencapai 1.459 orang.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaminan sosial ketenagakerjaan kepada berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran program perlindungan tersebut sering kali memberi rasa tenang bagi keluarga ketika menghadapi risiko yang tidak terduga.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan juga terus diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gianyar, Fenina, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam memberikan perlindungan kepada para sulinggih.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar atas komitmennya melindungi para sulinggih melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Santunan yang diberikan hari ini merupakan salah satu manfaat nyata dari program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi peserta dan ahli warisnya,” ungkap Fenina.
Bagi keluarga almarhum, perhatian yang diberikan pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan memiliki makna tersendiri. Selain menjadi bentuk dukungan moral, santunan tersebut juga mencerminkan kepedulian terhadap masyarakat yang telah mengabdikan hidupnya bagi daerah dan umat.
Anak Agung Gde Mayun selaku ahli waris keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
“Kami selaku keluarga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar dan BPJS Ketenagakerjaan atas perhatian yang telah diberikan. Perhatian ini sangat berarti bagi keluarga kami,” tuturnya.
Dalam banyak kesempatan, perlindungan sosial seperti ini sering menjadi pengingat bahwa kehadiran negara tidak hanya hadir dalam kebijakan pembangunan, tetapi juga dalam bentuk perhatian kepada masyarakat yang telah mengabdikan dirinya bagi daerah.(JpBali).



