Mengejutkan! Edi Salman Ternyata Begal di Pegayaman
Masuk Dalam Incaran Polisi

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Secara mengejutkan, polisi menyebutkan bahwa Edi Salman merupakan begal di Pegayaman.
Kasus perkelahian berdarah di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, ternyata membuka fakta lain.
Fakta itu adalah status dari Edi Salman yang ternyata merupakan incaran polisi karena terlibat dalam kasus kriminal.
Hal ini diungkapkan Kapolsek Sukasada, Kompol I Made Agus Dwi Wirawan; saat ditemui di Mapolsek Sukasada pada Senin, 4 Juli 2022.
Menurut penuturannya, Edi Salman merupakan komplotan pencuri yang kerap melakukan aksi kriminal di Kabupaten Buleleng.
Dan salah satu aksinya adalah pencurian motor alias begal di Jalan Raya Singaraja-Denpasar tepatnya di Dusun Wirabuana, Desa Pegayaman.
Pencurian itu terjadi pada hari Sabtu, 28 Mei 2022 lalu yang menimpa Kadek Bisma Joana (18), pemuda asal Kubutambahan, Buleleng.
Saat itu, Bisma tengah berteduh lantaran hujan yang seketika didatangi komplotan Edi Salman dan merampas sepeda motor Honda Scoopy DK 2195 VN.
Karena merasa terancam, Bisma lalu melarikan diri meninggalkan motornya dari warung tempatnya berteduh.
Polsek Sukasada sebenarnya sudah melakukan aksi penangkapan terhadap Edi Salman, namun ia berhasil melarikan diri.
Polisi juga sempat menembakkan tanda peringatan ke arahnya, namun timah panas hanya menyerempet tubuh Edi Salman.

Juga curi barang tetangga
Selain itu, terungkap fakta lain bahwa Edi Salman juga kerap melakukan pencurian di wilayahnya sendiri dengan menyasar para tetangga.
Namun para tetangga tidak mau melaporkan aksi nakal yang dilakukan oleh Edi Salman dan komplotannya.
“Menurut keterangan Kepala Dusun dan masyarakat sekitar, Edi Salman kerap berbuat onar dengan melakukan pencurian,” ungkapnya.
“Bahkan warga di sana juga jadi korban pencuriannya,” lanjut Kompol Agus Dwi Wirawan.
[irp] [irp] [irp]
Perkelahian berdarah Pegayaman
Sebelumnya diberitakan bahwa terjadi perkelahian maut yang berujung melayangnya dua nyawa pria di Desa Pegayaman.
Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 3 Juli 2022 sekitar pukul 23.00 WITA tepatnya di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.
Mereka adalah Ketut Vauzi (39) dan Edi Salman, yang keduanya ternyata bertetangga dan masih memiliki hubungan kekeluargaan.
Kedunya tewas dengan luka terbuka di sekujur tubuh setelah berkelahi, bahkan ada anggota tubuh yang nyaris putus.
“Ketut Vauzi meninggal di rumah sakit, sedangkan Edi Salman meninggal di lokasi kejadian,” papar Kompol Agus Dwi Wirawan.
“Di lokasi kejadian ditemukan sajam berupa kelewang, tidak ditemukan benda tumpul,” lanjut Kapolsek Sukasada itu.
Polisi kini tengah mencari Jakar dan Nu’ul, dua teman Edi Salman; yang terlibat dalam peristiwa berdarah yang menewaskan Edi dan Vauzi.
Mereka berdua kabur setelah istri Vauzi berteriak minta tolong dan warga sekitar berdatangan untuk memberikan pertolongan. (fJr/JP)



