BeritaKlungkung
Trending

UMKM Klungkung Didorong Tembus Panggung Dunia

Bupati Satria dan DPR RI perkuat Tenun Rangrang serta Wayang Kamasan agar makin adaptif, kreatif, dan berdaya saing global.

KLUNGKUNG, jarrakposbali.com – Ada cerita panjang yang tersimpan di setiap helai Tenun Rangrang dan guratan Wayang Kamasan. Keduanya bukan sekadar produk kerajinan, tetapi identitas budaya yang terus hidup di tengah perubahan zaman.

Kunjungan kerja Samuel J. D. Wattimena ke Kantor Bupati Klungkung, Rabu (6/5), menghadirkan semangat baru bagi para perajin. Pertemuan itu menjadi ruang diskusi tentang bagaimana karya tradisional Bali tetap menjaga akar budaya, namun mampu bergerak mengikuti kebutuhan pasar global.

Didampingi Sekda Anak Agung Lesmana dan Ketua Dekranasda Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, Bupati I Made Satria menegaskan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang lebih luas.

Selama ini, berbagai upaya promosi terus dilakukan pemerintah daerah, mulai dari pameran hingga penguatan branding produk unggulan daerah.

Yang menarik, perhatian khusus diberikan pada Tenun Rangrang Nusa Penida dan Lukisan Wayang Kamasan. Dua produk ini dinilai memiliki kekuatan budaya yang sulit ditemukan di daerah lain. Di banyak kasus, justru nilai autentik seperti inilah yang dicari pasar internasional.

“Saya ingin melihat Tenun Rangrang dipakai di panggung mode dunia dan Wayang Kamasan menghiasi galeri-galeri ternama. Kita harus bangga dengan produk lokal,” ujar Samuel J. D. Wattimena.

Sebagai desainer yang lama berkecimpung di industri kreatif nasional, Samuel melihat Klungkung memiliki kekayaan intelektual yang sangat kuat. Ia bahkan berencana mendorong kolaborasi lintas kementerian untuk membuka akses bantuan modal, pelatihan, hingga ruang pamer internasional bagi para pelaku UMKM.

Sering kali tantangan terbesar UMKM bukan pada kualitas produk, melainkan akses pasar dan kemampuan membaca tren tanpa kehilangan karakter asli. Karena itu, pelibatan generasi muda juga dinilai penting agar seni tradisional tetap hidup dan menjadi profesi yang menjanjikan di masa depan.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan terhadap pelaku usaha UMKM. Semoga pertemuan ini melahirkan terobosan baru dalam desain dan pemasaran tanpa meninggalkan pakem tradisional,” kata I Made Satria.

Di tengah arus produk modern yang bergerak cepat, Tenun Rangrang dan Wayang Kamasan tetap menyimpan daya tarik yang khas. Ada ketelitian tangan, ada cerita budaya, dan ada identitas Bali yang terus dijaga lintas generasi.

Pada akhirnya, penguatan UMKM bukan hanya soal ekonomi. Ini juga tentang menjaga warisan agar tetap hidup, dipakai, dipamerkan, dan dikenal dunia. Dari Klungkung, langkah kecil itu kini mulai diarahkan menuju panggung yang lebih besar.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button