
BULELENG, jarrakposbali.com – Kadang sebuah proyek terasa berbeda ketika dilihat langsung di lapangan. Suasana Desa Amerta Sari yang teduh memberi kontras menarik dengan aktivitas pembangunan yang terus bergerak. Di sinilah Gubernur Bali Wayan Koster menghabiskan akhir pekannya, meninjau progres Turyapada Tower yang dirancang menjadi titik awal transformasi Bali Utara di bidang teknologi dan pariwisata.
Suasana kerja terlihat cukup intens. Para pekerja mempersiapkan fondasi kawasan gondola yang nanti menjadi jalur transportasi wisata sekaligus ruang menikmati lanskap alam Buleleng.
“Kawasan gondola ini disiapkan agar pengunjung bisa menikmati panorama laut, perbukitan, hutan, sampai tiga danau Buyan, Tamblingan, dan Beratan dalam satu perjalanan,” ujar Koster, Sabtu 7 Febroari 2026.
Di area lain, beberapa tim teknis tengah menyelesaikan persiapan tahap kedua pembangunan. Tahap ini menjadi fondasi bagi sistem kunjungan wisata dan aksesibilitas menuju kawasan menara.
“Pembangunan akses jalan dari shortcut ke terminal utama, area parkir, terminal gondola, taman wisata, ruang komunal dan sentra UMKM sedang kita percepat,” terang Koster.
Bagian dalam menara juga mulai memasuki tahap yang lebih detail. Pemerintah melihat fasilitas ruang konferensi dan ballroom sebagai peluang untuk membawa lebih banyak kegiatan tingkat nasional maupun internasional ke Bali Utara.
“Interior menara, termasuk finishing ruang konferensi dan ballroom, menjadi perhatian utama karena nanti menjadi fasilitas kegiatan berskala besar,” katanya.
Di tengah tinjauan itu, beberapa pejabat hadir untuk memastikan koordinasi berjalan efektif. Ada Ketua DPRD Bali, Kadis Kominfos, serta Kepala Biro Humas yang mengikuti alur peninjauan dari titik ke titik.
“Target penyelesaian proyek ini Agustus 2026 dan operasional penuh akhir tahun 2026,” jelas Koster.
Pada akhirnya Turyapada Tower bukan sekadar proyek konstruksi. Di banyak kasus, proyek seperti ini menjadi penanda perubahan arah pembangunan daerah. Bali Utara diproyeksikan tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang berbasis teknologi, edukasi, dan kelestarian alam. Pemerintah memposisikannya sebagai bagian dari perjalanan menuju Bali era baru yang lebih merata dan berdaya saing.(JpBali).



