BeritaDenpasarSeni Budaya

Kasanga Festival Denpasar 2026 Resmi Dibuka, Kreativitas Ogoh-Ogoh dan Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan

DENPASAR, jarrakposbali.com – Pada Jumat 6 Febroari 2026 Sore di pusat Kota Denpasar terasa sedikit berbeda. Denting kulkul terdengar dari kawasan Catus Pata Patung Catur Muka, menandai dimulainya sebuah perhelatan budaya yang selalu dinanti masyarakat menjelang Nyepi. Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 resmi dibuka,

Di tengah keramaian itu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa dan unsur Forkopimda memulai festival dengan memukul kulkul secara bersama. Suara kayu yang bergetar itu terasa seperti penanda bahwa rangkaian budaya tahunan kembali hadir di jantung kota.

Usai pembukaan, perhatian publik langsung tertuju pada pawai 16 ogoh-ogoh terbaik karya Sekaa Teruna Teruni se-Kota Denpasar. Setiap karya menghadirkan detail yang berbeda, mulai dari karakter raksasa dengan ekspresi kuat hingga figur mitologi yang sarat makna filosofis.

Di banyak sudut penonton terlihat antusias. Beberapa warga bahkan datang lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik menyaksikan karya generasi muda Denpasar yang sebelumnya melalui proses seleksi dari ratusan peserta.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa Kasanga Festival bukan sekadar tontonan budaya, melainkan ruang belajar bagi generasi muda dalam merawat tradisi.

“Kasanga Festival memberikan ruang bagi para kreator ogoh-ogoh untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Semua prosesnya tetap berpedoman pada konsep Satyam Siwam Sundharam, yaitu etika, logika, dan estetika,” ujarnya.

Menurutnya, festival ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan budaya Bali di tengah dinamika kota yang terus berkembang. Kreativitas yowana dinilai mampu menghadirkan energi baru dalam pelestarian tradisi.

Selain itu, kegiatan ini sering kali mempertemukan berbagai elemen masyarakat. Pemerintah, komunitas seni, hingga warga kota ikut berperan dalam menjaga keberlangsungan acara.

“Kasanga Festival menjadi wahana kreativitas tanpa batas bagi yowana Denpasar. Kegiatan ini juga memperkuat pembangunan kota yang berlandaskan budaya,” kata Jaya Negara.

Yang menarik tahun ini, penyelenggara menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan festival. Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap lingkungan, konsep pengolahan sampah berbasis sumber mulai diterapkan selama kegiatan berlangsung.

Pendekatan ini melibatkan komunitas lingkungan yang bekerja bersama panitia untuk mengelola sampah secara lebih terstruktur. Pada akhirnya festival budaya juga menjadi ruang belajar tentang tanggung jawab lingkungan.

“Kasanga Fest tahun ini menghadirkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui skema waste management. Kami ingin festival budaya juga memberi contoh pengelolaan lingkungan yang baik,” jelas Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana.

Tidak hanya ogoh-ogoh dari kalangan remaja, festival ini juga menghadirkan berbagai lomba dan pameran yang memperkaya suasana. Ada ogoh-ogoh dari tingkat TK dan PAUD, ogoh-ogoh mini, lomba sketsa, lomba tapel, hingga pementasan barong dan baleganjur.

Deretan stand UMKM juga ikut meramaikan kawasan festival. Banyak pengunjung terlihat menikmati kuliner lokal sambil menunggu penampilan berikutnya.

“Melalui Kasanga Festival kami ingin mempertemukan berbagai kreativitas yang berkaitan dengan Hari Suci Nyepi. Semua tetap berpegang pada nilai kearifan lokal yang menjadi identitas Bali,” ujar Angga Harta Yana.

Kasanga Festival Denpasar Caka 1948 dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Pawai ogoh-ogoh, berbagai lomba seni, serta aktivitas masyarakat akan terus menghidupkan kawasan pusat kota.

Bagi warga Denpasar, festival ini sering kali menjadi momen yang dinanti setiap tahun. Kreativitas generasi muda, nuansa spiritual menjelang Nyepi, serta kebersamaan masyarakat terasa menyatu dalam satu ruang budaya yang hidup di tengah kota.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button