BeritaDaerahMangupura

Wakil Ketua I DPRD Badung Hadiri Peringatan Hari Pahlawan

Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Mangupraja Mandala

MANGUPURA, jarrakposbali.com – Angin pagi yang lembut menyapu Lapangan Mangupraja Mandala saat barisan peserta upacara berdiri tegak.

Di tengah suasana hening, suara komando melebur dengan derap langkah yang serempak. Peringatan Hari Pahlawan ke-80 di Kabupaten Badung bukan sekadar seremoni, tetapi momen untuk menengok kembali jejak panjang perjuangan bangsa.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Badung, AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, hadir bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, memberi warna tersendiri pada upacara yang berlangsung khidmat.

Ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintah dan masyarakat memenuhi area upacara. Para pelajar berdiri berdampingan dengan jajaran ASN dan anggota Forkopimda.

Waktu seakan melambat ketika pembawa acara memulai rangkaian prosesi, memberi ruang bagi setiap orang untuk merenungi makna perjuangan.

“Peringatan hari ini mengingatkan kita pada keberanian dan keteguhan hati para pahlawan dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujar AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra setelah upacara.

Sorotan kemudian tertuju pada momen selama upacara. Ketika Wakil Ketua I DPRD Badung maju membacakan pesan-pesan para pahlawan nasional, suasana menjadi lebih hening, Senin (10/11).

Setiap kata yang terucap seolah mengikat ruang, membawa peserta upacara pada memori perjuangan yang tidak mengenal kata menyerah.

“Nilai perjuangan tidak boleh berhenti menjadi cerita. Ia harus hidup dalam tindakan kita sehari-hari,” katanya.

Tema tahun ini, “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan,” terasa relevan di tengah berbagai tantangan modern.

Upacara tak hanya menegaskan kembali pentingnya mengenang sejarah, tapi juga memantik kesadaran untuk menjaga semangat persatuan dan pengabdian.

“Setiap generasi punya tugas sendiri. Semangat pahlawan mengajarkan kita untuk terus melangkah, apapun perubahan yang kita hadapi,” ucap salah satu peserta upacara.

Upacara ditutup dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Doa bersama mengalir sebagai penutup, mengikat kebersamaan yang terasa kuat pagi itu.

Di balik kesederhanaan rangkaian acara, semangat para pahlawan seolah kembali hadir, memberi dorongan bagi seluruh peserta untuk meneruskan perjuangan mereka dalam bentuk yang relevan untuk masa kini.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button