Berita

Bertemu Sahabat di Warung Antik, Sudiartana Teringat Masa Kecil

DENPASAR, jarrakposbali.com | CEO Jarrak Media Group I Putu Sudiartana, semenjak Kepulangannya ke kampung halaman tidak henti-hentinya turun ke masyarakat menemui para sahabat dan pendukung-pendukungnya.

Langkah itu dilakukan Sudiartana guna menyampaikan permohonan maafnya atas peristiwa hukum yang dihadapinya saat menjabat menjadi anggota DPR RI dapil Bali dari Partai Demokrat.

Karena ditraktir makan dan minum serta bermain golf oleh seorang pengusaha, Sudiartana yang juga Dewan Kebijakan LSM Jarrak Pusat ini harus menunda memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali, terutama para sahabat dan pendukungnya

Namun demikian, sekembalinya dari pengasingan, mantan anggota Komisi III DPR RI ini komit kembali memfasilitasi dan memperjuangan aspirasi rakyat Bali yang dulu tertunda. Namun perjuangannya membela rakyat kali ini ditempuhnya melalui media dan LSM.

Hal itu pula disampaikannya kepada sahabat lamanya Made Yudha Wiradhi saat bertemu di warung Kebun, Denpasar, Rabu (20/4/2022) kemarin.

Yang menarik dari pertemuan tersebut, saat melihat suasana warung penuh nuansa barang-barang antik yang bersifat kuno, Sudiartana justru teringat kenangan manis di masa-masa kecil bersama Yudha, sahabatnya itu.

“Melihat barang-barang antik, saya justru teringat kenangan indah di masa kecil. Soalnya barang antik itu kan identik dengan kuno atau tempo dulu,” ujar Sudiartana.

Tokoh asal Bongkasa, Denpasar ini mengaku teringat masa kecil saat bermain dengan teman-temannya bercanda riang sambil membuat bola kasti dari tanah liat. Sekali-kali muncul pertengkaran hingga menagis dan mengadu ke orang tua. Namun tak lama akur kembali sepeti biasanya.

“Kami juga ingat saat mulai masuk sekolah harus bisa memegang telinga. Kalau tidak bisa pegang telinga belum bisa sekolah,” tutur Sudiartana sambil terkekeh.

Sementara itu, Made Yudha Wiradhi mengatakan, menyambut baik pertemuan dengan sahabat lamanya itu. Pertemuan tersebut merupakan ajang silahturahmi, setelah sekian tahun tidak bertemu.

“Kepada sahabat saya (Sudiartana), saya acungkan jempol. Meskipun sempat terbelengu karena persoalan hukum, beliau tetap tegar dan tetap bertekad berbuat untuk masyarakat Bali. Meskipun jalannya sekarang berbeda,” ujarnya.

Yudha yakin, Sudiartana mampu menyampaikan aspirasi masyarakat Bali karena dia memiliki segalanya termasuk menjalin hubungan baik dengan birokrasi. Sudiartana juga tokoh merakyat yang rendah hati dan tepat janji. Jika janji yang diucapkan belum bisa dia penuhi, menurut Yudha, dengan kesatria dia akan meminta maaf.(dewa darmada)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button