
SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – PGI Bali ditantang menyumbang emas di PON 2028.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali menantang Pengurus Provinsi Persatuan Golf Indonesia (Pengprov PGI) Bali.
Tetapi bukan tantangan aneh-aneh, melainkan tantangan untuk menyumbangkan emas pada Pesta Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2028.
Rencananya, PON XXI 2028 akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tantangan itu disampaikan Ketua Umum KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan saat membuka Eksebisi Cabor Golf Porprov Bali, hari Sabtu, 24 September 2022 di Handara Golf & Resort.
Pria yang juga juga Penglingsir Puri Sukasada Buleleng itu berharap target PGI Bali yang sebelumnya dipasang bisa ditunaikan saat PON 2028.
Jika hal itu mampu direalisasikan, maka Bali memiliki mesin pendulang emas baru dari cabang olahraga Golf.
โKarena prestasi Bali di level internasional, maka saya minta PGI Bali untuk turut berkontribusi medali saat PON,” ujarnya.
“Targetnya dua emas tentu luar biasa, semoga itu bisa terwujud,” ucapnya.
Oka Darmawan juga mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung upaya pembinaan prestasi olahraga yang masuk ke dalam 55 cabang naungan KONI.
Golf tidak hanya hobi
Menjawab tantangan itu, Ketua Bidang Organisasi PGI Bali, A.A. Maha Dhipta; dengan bangga menyebut pembinaan golf Bali tak sekedar olahraga hobi.
Bahkan Maha Dhipta menyebut bahwa Pulau Dewata merupakan gudang atlet berkaliber nasional dan internasional.
Pria yang menjabat Komisaris PT Jasamarga Bali Tol mewakili Pemerintah Provinsi Bali itu berkomitmen untuk mengajak pengurus PGI Bali untuk siap berkontribusi.
Ia pun optimis bahwa tantangan dari KONI Bali akan terbayar tuntas oleh PGI Bali pada PON nanti.
โKemarin sayangnya golf tidak dipertandingkan di Papua. Dua emas itu kita sudah pastikan,” katanya.
“Namun sekarang atlet kita sudah main di Golf Profesional,” sebutnya dengan bangga.
“Barang tentu regenerasi sudah kita siapkan dengan target yang sama minimal dua emas,โ ungkapnya Maha Diptha.
Baginya organisasi golf Bali ini tidak sulit untuk mencetak pegolf muda yang siap berjuang membawa nama Bali dan Indonesia.
Bahkan pengurus organisasi golf ini secara regurel membuat kejuaraan sebagai wadah atlet untuk mengukur hasil latihan mereka.
Sebelumnya, cabor Golf menjadi satu dari sepuluh olahraga yang dicoret dan tidak dipertandingkan pada PON XX di Papua. (fJr/JP)



