BangliBerita

TMMD ke-129 Resmi Dibuka, TNI dan Rakyat Bangun Desa Sekardadi Bersama

BANGLI, jarrakoosbali.com – Dentuman gong menggema di Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, Rabu (15/7/2026). Suara itu bukan sekadar penanda dimulainya sebuah program pembangunan, tetapi menjadi simbol kuat bersatunya TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa dari akar rumput. Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129, harapan baru untuk infrastruktur yang lebih baik, lingkungan yang lebih sehat, dan kesejahteraan warga mulai diwujudkan dengan semangat gotong royong.

Selama tiga dekade lebih, TMMD telah menjadi wajah nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Di Bangli, semangat itu kembali dihidupkan melalui pembukaan TMMD ke-129 yang dipimpin langsung Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Hadir pula jajaran TNI, Polri, Forkopimda, hingga ratusan warga yang menjadi saksi dimulainya pembangunan selama 30 hari ke depan.

“Program TMMD merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kolaborasi ini mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.” kata Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bangli, pembangunan bukan hanya menghadirkan jalan atau fasilitas baru. Lebih dari itu, TMMD menjadi ruang untuk membangun optimisme masyarakat desa agar tumbuh bersama dalam semangat kebersamaan. Karena itu, masyarakat diajak ikut terlibat, menjaga, dan merawat setiap hasil pembangunan yang diwujudkan melalui program ini.

“Apa yang dibangun hari ini harus menjadi aset bersama yang memberi manfaat bagi generasi mendatang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.” terang Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Di balik pengerjaan jalan, pembangunan infrastruktur, hingga berbagai kegiatan sosial, TMMD membawa misi yang jauh lebih besar. Program ini menjadi jembatan yang menghubungkan kekuatan TNI dengan kebutuhan masyarakat. Selama satu bulan penuh, personel TNI akan hidup berdampingan dengan warga, bekerja bersama, dan menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan yang telah direncanakan.

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat.” terang Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa.

Selain menyelesaikan lima sasaran fisik dan 12 kegiatan nonfisik, TMMD ke-129 juga membawa berbagai program unggulan TNI AD. Mulai dari pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rehabilitasi MCK, penyediaan air bersih, percepatan penurunan stunting, ketahanan pangan, hingga gerakan penghijauan menjadi bagian dari upaya menciptakan desa yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

“Seluruh program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.” tegas Dandim 1626/Bangli Letkol Inf Yugi Prastawa.

TMMD ke-129 Kodim 1626/Bangli akan berlangsung hingga 13 Agustus 2026. Selama 30 hari, Desa Sekardadi bukan hanya menjadi lokasi pembangunan fisik, tetapi juga menjadi ruang lahirnya semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Ketika TNI dan rakyat bekerja bahu-membahu, pembangunan tidak hanya meninggalkan jejak berupa jalan, rumah, atau sarana air bersih, tetapi juga mewariskan nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kuat menuju desa yang lebih maju, tangguh, dan sejahtera.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button