BeritaDenpasar

Koster Turunkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa Bali

DENPASAR, jarrakposbali.com – Di tengah derasnya arus pembangunan yang selama ini lebih banyak berdenyut di kawasan perkotaan dan destinasi wisata, sebuah gerakan besar lahir dari Pulau Dewata. Bukan alat berat atau proyek beton yang menjadi ujung tombaknya, melainkan ribuan mahasiswa yang membawa semangat, ilmu pengetahuan, dan pengabdian. Sebanyak 12.942 mahasiswa resmi diterjunkan ke seluruh desa di Bali melalui Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera, sebuah langkah yang diyakini mampu mengubah wajah pembangunan dari akar rumput.

Bagi Gubernur Bali Wayan Koster, desa bukan sekadar wilayah administratif. Desa adalah jantung kehidupan Bali, tempat budaya diwariskan, alam dijaga, dan karakter masyarakat dibentuk dari generasi ke generasi. Karena itulah pembangunan Bali, menurutnya, harus dimulai dari desa.

“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata saja, melainkan tumbuh subur dari akar rumputnya yaitu dari desa,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Melalui Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera, Pemerintah Provinsi Bali menggandeng 39 perguruan tinggi dengan melibatkan 953 dosen pembimbing. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata penyatuan kekuatan akademik dengan kebutuhan masyarakat, sehingga ilmu yang dipelajari di kampus benar-benar memberi manfaat langsung bagi desa.

“Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita memerlukan sinergi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media,” ujar Koster.

Ribuan mahasiswa itu tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik. Mereka akan menjadi mitra desa dalam menyelesaikan berbagai persoalan, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, pertanian organik, penguatan UMKM, pelestarian budaya, hingga mendorong penggunaan produk lokal Bali.

“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah konkret membumikan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui kerja nyata di desa,” kata Koster.

Di hadapan ribuan mahasiswa yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra, Gubernur Koster menitipkan pesan agar mereka hadir bukan sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari masyarakat desa. Mereka diminta belajar, mendengar, memahami, sekaligus menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan warga.

“Jadilah pembelajar yang rendah hati, problem solver, inovator, sekaligus future leader yang memiliki integritas dan kepedulian sosial,” pesannya.

Lebih dari sekadar menghasilkan laporan akhir kegiatan, Gubernur berharap setiap mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Baginya, keberhasilan program ini bukan diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari perubahan nyata yang tercipta di desa.

“Titiang berharap semua mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata, bukan sekadar laporan kegiatan,” ujar Koster.

Dukungan terhadap gerakan besar ini juga datang dari pemerintah pusat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menilai Program Desa Kerthi Bali Sejahtera sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan sosial melalui pengabdian kepada masyarakat.

“Kami mendukung penuh program Bapak Gubernur karena sejalan dengan program di direktorat kami. Kami siap memanfaatkan seluruh program yang dimiliki untuk mendukung pembangunan Bali,” kata Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek RI, Prof. I Ketut Adnyana.

Ketika ribuan mahasiswa mulai menapaki jalan-jalan desa, sesungguhnya Bali sedang menulis babak baru pembangunan. Desa tidak lagi menjadi penonton, tetapi pusat perubahan. Di tangan generasi muda, ilmu pengetahuan bertemu kearifan lokal, gotong royong berpadu dengan inovasi, dan harapan tumbuh dari halaman-halaman desa. Dari sinilah cita-cita Bali yang maju, mandiri, lestari, dan berlandaskan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali mulai diwujudkan—bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button