Pasca Tragedi di Sanur, Kusamba Jadi Alternatif Aman Menuju Nusa Penida
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Klungkung, I Wayan Widiana, dorong percepatan alih rute penyeberangan guna jaga stabilitas pariwisata Nusa Penida.

jarrakposbali.com, KLUNGKUNG – Suasana lengang menyelimuti Pelabuhan Sanur sejak Rabu (6/8) pagi. Tak ada lagi deru mesin kapal cepat yang biasanya silih berganti mengangkut wisatawan menuju Nusa Penida. Penutupan pelabuhan ini merupakan respons atas kecelakaan tragis yang menimpa kapal cepat Bali Dolphin Cruise II pada Selasa sore (5/8), menewaskan dua wisatawan asing dan memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan pelayaran.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 15.15 WITA. Kapal yang berangkat dari Nusa Penida pukul 14.30 WITA dihantam ombak besar sesaat sebelum merapat ke dermaga Sanur. Dalam hitungan detik, kapal terbalik di alur masuk pelabuhan. Dari 80 orang di atas kapal, dua wisatawan asal Tiongkok meninggal dunia, satu awak kapal masih dalam pencarian, sementara 73 penumpang lainnya berhasil diselamatkan oleh tim gabungan SAR.
Dalam kondisi seperti ini, sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Klungkung terancam terguncang. Mengantisipasi hal itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Klungkung, I Wayan Widiana, menyarankan agar aktivitas penyeberangan ke Nusa Penida segera dialihkan melalui Pelabuhan Kusamba.
“Di Kusamba, fasilitas dermaga sudah jauh lebih baik. Ada pontoon dan tangga yang langsung menjorok ke laut, memudahkan serta menjamin keamanan proses naik-turun penumpang,” ujar Widiana saat ditemui di Klungkung, Kamis (7/8).
Pelabuhan Kusamba, yang terletak hanya sekitar 30 menit dari pusat Kota Semarapura, sebenarnya sudah lama menjadi jalur alternatif penyeberangan. Namun, penggunaannya belum seintensif Sanur. Dengan situasi darurat seperti sekarang, pelabuhan ini dinilai sangat layak dioptimalkan.
Widiana juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan mulai dari pramuwisata, operator boat, hingga agen perjalanan untuk bergerak cepat mengalihkan penumpang ke Kusamba. Pemerintah Kabupaten Klungkung pun diharapkan aktif menginformasikan perubahan ini secara luas demi kelancaran wisatawan.
“Jangan sampai penutupan Sanur mengganggu kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, karena ini adalah penyumbang terbesar PAD Klungkung di sektor pariwisata,” tegasnya.
Sejak pandemi, geliat pariwisata di Nusa Penida menunjukkan tren pemulihan yang menggembirakan. Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara datang setiap hari untuk menikmati pesona pantai-pantai tersembunyi dan spot snorkeling kelas dunia. Maka, gangguan sedikit saja dapat berdampak besar.
Dengan fasilitas yang memadai di Kusamba dan dukungan koordinasi lintas sektor, Widiana meyakini arus penyeberangan akan tetap lancar dan aman. Terlebih, momen libur panjang akhir pekan semakin dekat waktu krusial yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Sanur boleh saja sementara hening. Namun denyut wisata ke Nusa Penida tak boleh ikut mati.(jpbali).



