Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Agung di Pura Dalem Penataran Suwung
Rangkaian upacara yadnya wujudkan bhakti tulus dan harmonisasi Tri Hita Karana

jarrakposbali.com, DENPASAR – Suasana khusyuk menyelimuti Pura Dalem Penataran Kahyangan Prajapati Ratu Begawan Penyarikan, Suwung, Rabu (27/8/2025).
Ribuan krama berkumpul dalam rangkaian Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung, Manawa Ratna, lan Tawur Walik Sumpah. Kehadiran Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota, I Kadek Agus Arya Wibawa, memberi makna tersendiri atas terselenggaranya upacara besar ini.
Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan doa tulus bagi kelancaran upacara.
Menurutnya, yadnya ini tidak hanya sebagai ritual keagamaan, namun juga perwujudan nyata ajaran Tri Hita Karana.
โJangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, namun dari ketulusan hati. Semoga karya ini membawa kerahayuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi krama,โ ujar Jaya Negara.
Karya agung ini digelar setelah rampungnya renovasi pura. Panitia bersama masyarakat bahu-membahu menyiapkan setiap tahapan upacara yang telah dimulai sejak akhir Juni lalu.
โKami berterima kasih kepada Pemkot Denpasar serta seluruh pihak yang telah mendukung. Astungkara, karya ini dapat terlaksana dengan baik sebagai yadnya tulus ikhlas,โ ungkap Ketua Panitia, Anak Agung Ketut Mayun Mahardika.
Rangkaian panjang yadnya pun terus berlanjut. Setelah matur piuning, nyukat genah, hingga melaspas agung, kini umat memasuki tahapan inti.
Puncak karya akan dilaksanakan pada 7 September 2025, dan ditutup dengan upacara Tutug Abulan Pitung Dina pada 30 Oktober 2025.
โDengan yadnya ini, hubungan bhur, bwah, swah diharapkan semakin harmonis. Manusia senantiasa dekat dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, rukun dengan sesama, serta selaras dengan alam,โ tutup Mayun Mahardika.
Kehadiran Wali Kota Jaya Negara dan seluruh umat dalam karya ini menjadi cermin kebersamaan sekaligus pengikat spiritual. Lebih dari sekadar ritual, yadnya ini adalah jalan menuju kehidupan yang penuh rahayu, di mana ketulusan, kebersamaan, dan doa menyatu dalam harmoni semesta.(JpBali).



