Sinergi ASITA Bali dan Taman Safari Hidupkan Inspirasi Pariwisata
Travel Agent Gathering jadi ruang kolaborasi, edukasi, dan peluang baru industri wisata Bali

GIANYAR, jarrakposbali.com – Pada 11 April 2026 Pagi itu di Gianyar terasa berbeda. Udara segar yang menyelimuti kawasan Taman Safari Bali seolah membawa energi baru bagi ratusan pelaku industri pariwisata.
Satu per satu mereka datang, bukan sekadar menghadiri acara, melainkan merajut harapan dalam sebuah pertemuan bernama Travel Agent Gathering ASITA Bali.
Waka pengembangan destinasi wisata I Wayan Suberata menjelaskan bahwa sejak pagi rombongan travel agent yang datang bersama telah menciptakan kebersamaan bahkan sebelum acara dimulai. Senyum, sapa, dan jabat tangan menjadi pembuka yang sederhana namun bermakna.
“Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi ruang berbagi inspirasi,” ujarnya.
Dimana, sebanyak 100 anggota ASITA Bali larut dalam pengalaman yang tak biasa. Mereka tidak hanya melihat, tetapi ikut merasakan bagaimana konsep wisata modern dikemas secara menyeluruh.
“Peserta diajak memahami bahwa pengalaman wisata harus menyentuh emosi pengunjung,” jelasnya.Di kawasan Marine Safari, edukasi bertemu hiburan dalam satu panggung. Interaksi dengan satwa menghadirkan sudut pandang baru tentang wisata berbasis pengetahuan.
“Presentasi lumba-lumba dan singa laut memberi wawasan baru yang menarik,” tambahnya.
Menjelang siang, suasana berubah lebih artistik. Pertunjukan Pachamaya menghadirkan energi visual yang memikat, menjadi jeda yang menyegarkan di tengah rangkaian kegiatan.
.“Pertunjukan ini menjadi inspirasi bagaimana atraksi bisa dikemas lebih kreatif,” ungkapnya.
Saat makan siang, percakapan berkembang lebih dalam. Diskusi tak lagi ringan, melainkan menyentuh strategi dan peluang pengembangan wisata Bali ke depan.
Sementara itu, Sales Director Taman Safari Indonesia (termasuk Bali Safari), Carlos Robert Morgen Wiria, dalam paparannya menjelaskan bahwa dari pihak Taman Safari membuka wawasan peserta tentang potensi produk wisata yang bisa dikembangkan bersama.
“Para agen kini memiliki gambaran utuh untuk dikemas menjadi paket wisata unggulan,” ujar Carlos Roberto Morgen Wiria.
Puncak acara menghadirkan Bali Agung Show yang memikat. Pertunjukan ini membawa penonton dalam perjalanan emosional penuh makna budaya.
“Ini bukan sekadar hiburan, tetapi storytelling yang kuat,” jelasnya.
Kegiatan berlanjut dengan Safari Journey, mengajak peserta lebih dekat dengan alam dan satwa. Di sini, pesan konservasi disampaikan secara langsung dan menyentuh.
“Pariwisata harus berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama General Manager Bali Safari, Laetitia Delvart, menyambut hangat kehadiran para peserta dengan semangat kolaborasi.
“Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman secara langsung,” ujarnya.
Ia menegaskan kekuatan utama destinasi ini terletak pada perpaduan hiburan, edukasi, dan konservasi yang dikemas dalam storytelling.
“Setiap atraksi memiliki nilai dan makna yang ingin kami sampaikan,” jelas Laetitia.
Menurutnya, peran travel agent sangat penting dalam memperluas jangkauan promosi sekaligus menciptakan inovasi produk wisata.
“Kolaborasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali,” imbuhnya.
Komitmen terhadap konservasi menjadi fondasi utama dalam setiap pengembangan yang dilakukan.
“Kami ingin setiap kunjungan membawa kesenangan sekaligus kepedulian,” tegasnya.
Menjelang sore, langkah para peserta mungkin mulai meninggalkan kawasan Taman Safari Bali. Namun yang tertinggal adalah sesuatu yang lebih dari sekadar pengalaman sebuah semangat baru.
Travel Agent Gathering ini membuktikan bahwa ketika kolaborasi terjalin dengan kuat, inspirasi akan tumbuh, peluang akan terbuka, dan masa depan pariwisata Bali akan terus bergerak menuju arah yang lebih berkelanjutan.(JpBali).



