Kolaborasi Strategis, Karangasem Dan UGM Rancang Masa Depan Kota Amlapura

KARANGASEM, Jarrakposbali.com – Upaya mewujudkan tata kota yang berkelanjutan dan berkarakter terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem. Hal ini tercermin dalam audiensi antara Sekretaris Daerah Karangasem, Ir. I Ketut Sedana Merta, S.T.,M.T., dengan tim akademisi Program Magister Rancang Kota Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berlangsung di Wantilan Sabha Prakerti, pada Selasa (14/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan dunia akademik dalam mendukung penataan kawasan Amlapura sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Studio Rancang Kota: Eksplorasi Komprehensif” yang dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 19 April 2026.
Dalam sambutannya, Sekda Karangasem menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Amlapura sebagai lokus studi. Menurutnya, keterlibatan akademisi menjadi peluang besar untuk memperoleh sudut pandang ilmiah dan inovatif dalam merancang wajah kota yang lebih tertata.
“Kami sangat mengapresiasi dipilihnya Amlapura sebagai lokasi studi. Ini merupakan kesempatan berharga bagi kami untuk mendapatkan masukan berbasis kajian akademik yang komprehensif, sehingga mampu menghasilkan konsep penataan kota yang tidak hanya estetik dan fungsional, tetapi juga selaras dengan nilai religius serta kearifan lokal yang menjadi identitas Karangasem,” ungkapnya.
Kegiatan ini akan melibatkan mahasiswa dan dosen yang akan melakukan eksplorasi lapangan secara menyeluruh, mulai dari analisis tata ruang, infrastruktur, lingkungan, hingga dinamika sosial budaya masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi strategis yang aplikatif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa penataan Kota Amlapura ke depan harus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri daerah. Konsep pembangunan yang dihasilkan diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara modernitas dan pelestarian budaya lokal.
Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dengan dukungan keilmuan dan riset yang kuat, arah kebijakan penataan ruang di Karangasem diharapkan semakin terarah, adaptif, dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Karangasem optimistis dapat menghadirkan wajah baru Kota Amlapura sebagai kota yang tertata rapi, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya dan spiritualitas yang menjadi kekuatan utama daerah.(Rno)



