
GIANYAR, jarrakposbalu.com – Di bawah hangatnya mentari pagi di Lapangan Sutasoma, Desa Batuan, ratusan remaja berseragam merah putih tampak berbaris rapi dengan wajah penuh semangat. Mereka bukan sedang mengikuti perlombaan biasa, melainkan memulai perjalanan belajar tentang arti kemanusiaan, kepedulian, dan pengabdian melalui Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) XI PMR Tingkat Kabupaten Gianyar Tahun 2026. Selama lima hari ke depan, sebanyak 310 anggota Palang Merah Remaja akan ditempa menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap hadir bagi sesama.
Diselenggarakan PMI Kabupaten Gianyar pada 8–12 Juli 2026, Jumbara XI mengusung tema “Mewujudkan Relawan PMI yang Terampil dan Mandiri.” Kegiatan ini diikuti peserta dari 19 sekolah yang terdiri atas PMR Mula, PMR Madya, dan PMR Wira. Berbagai pelatihan, simulasi, hingga kegiatan kebersamaan disiapkan sebagai sarana membangun karakter sekaligus mengasah kemampuan kepalangmerahan para peserta.
“Melalui berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif, peserta dibekali keterampilan kepalangmerahan, kepemimpinan, kerja sama, serta kemandirian sehingga mampu menjadi relawan yang siap berkontribusi dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan,” ujar Ketua PMI Kabupaten Gianyar, Ni Made Ratnadi.
Semangat yang dibangun dalam Jumbara bukan sekadar tentang keterampilan memberikan pertolongan pertama. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para remaja untuk mempererat persaudaraan, belajar menghargai perbedaan, dan menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari budaya bangsa.
“Jumbara merupakan ajang silaturahmi dan pengembangan kapasitas yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat kerelawanan, solidaritas, serta nilai-nilai gotong royong di kalangan anggota PMR,” ungkap Ketua Panitia Jumbara XI PMR, I Wayan Mawa.
Pembukaan Jumbara XI dilakukan oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Mudana, mewakili Bupati Gianyar. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa relawan muda tidak hanya dituntut memiliki keterampilan, tetapi juga karakter kuat yang dibangun melalui kebiasaan hidup sehat, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Semangat kemanusiaan yang ditanamkan melalui PMR merupakan bekal penting untuk membentuk generasi muda yang mandiri, berprestasi, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Jauhilah narkoba karena masa depan kalian jauh lebih berharga,” tegas I Ketut Mudana.
Jumbara XI PMR Kabupaten Gianyar menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Di balik tenda-tenda perkemahan, latihan, dan canda tawa para peserta, tersimpan harapan besar lahirnya generasi relawan yang tangguh, peduli, dan siap menjadi garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan. Sebab, nilai terbesar yang dibawa pulang dari Jumbara bukanlah piala atau penghargaan, melainkan semangat untuk selalu hadir membantu sesama kapan pun dan di mana pun mereka dibutuhkan.(JpBali).



