
KLUNGKUNG, jarrakposbali.com – Suara kicau burung saling bersahutan memenuhi Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Minggu pagi. Ratusan penghobi burung dari berbagai daerah berkumpul membawa burung terbaiknya dalam Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Cup Klungkung 2026. Di balik semarak kompetisi, tersimpan harapan agar hobi yang telah lama tumbuh di masyarakat mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus bagian dari upaya pelestarian satwa.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Klungkung I Made Satria saat membuka secara resmi perlombaan yang mempertemukan sekitar 600 peserta dari Bali hingga Pulau Jawa. Menurutnya, komunitas kicau mania telah membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak pelaku usaha, mulai dari penangkar, penjual pakan, pedagang perlengkapan, hingga pelaku UMKM lainnya.
“Komunitas burung berkicau bukan hanya menjaga kecintaan terhadap satwa, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Potensi ini harus terus kita dorong agar berkembang lebih luas,” ujar Bupati I Made Satria.
Selain menghadirkan kompetisi tujuh kelas burung, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi para pecinta burung dari berbagai daerah. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi memenuhi 36 gantangan yang telah disiapkan panitia. Bagi Klungkung, kegiatan berbasis komunitas seperti ini dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
“Ke depan kami ingin kegiatan ini dipersiapkan lebih baik lagi agar dapat masuk kalender wisata daerah. Promosi melalui media sosial juga harus diperkuat sehingga semakin banyak orang datang dan mengenal Klungkung,” kata Bupati Satria.
Prosesi pelepasan burung merpati yang mengawali perlombaan menjadi simbol sederhana tentang harapan menjaga keseimbangan antara alam, hobi, dan kesejahteraan masyarakat. Ketika arena gantangan dipenuhi suara kicauan terbaik, denyut ekonomi rakyat pun ikut bergerak. Dari penangkaran yang menjaga kelestarian satwa hingga lapak UMKM yang ramai dikunjungi, Bupati Cup Klungkung 2026 menunjukkan bahwa sebuah komunitas mampu menghadirkan manfaat yang melampaui sekadar kompetisi. Di banyak kasus, kegiatan seperti inilah yang perlahan membangun identitas daerah sekaligus menghadirkan alasan baru bagi orang untuk datang dan mengenal Klungkung lebih dekat.(JpBali).



