BadungBerita

Adi Arnawa Raih Penghargaan Nasional, Gagas Pariwisata Badung 5.0

Sebagai arah transformasi destinasi unggulan Bali agar semakin adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di tengah perubahan industri pariwisata global.

BADUNG, jarrakposbali.com – Masa depan pariwisata Badung memasuki babak baru. Bupati I Wayan Adi Arnawa menggagas strategi Pariwisata Badung 5.0 sebagai arah transformasi destinasi unggulan Bali agar semakin adaptif, inovatif, dan berkelanjutan di tengah perubahan industri pariwisata global.

Gagasan tersebut disampaikan Adi Arnawa dalam sesi khusus bertajuk The Resilience of Indonesia pada The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) Conference 2026 di Ballroom Wantilan, Prama Sanur Beach Bali, Denpasar, Sabtu (17/10). Momentum ini sekaligus menempatkan Badung dalam percakapan strategis mengenai masa depan pemasaran dan daya tahan pariwisata Indonesia.

Dalam forum tahunan unggulan MarkPlus Tourism (MCorp) yang dibuka resmi oleh Gubernur Bali Wayan Koster ini, Kabupaten Badung sukses mengukir prestasi gemilang. Badung dianugerahi penghargaan Best Regency Destination Award 2026 untuk dua kategori sekaligus, yakni Excellence in Accessibility dan Excellence in Attraction. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung.

Saat menjadi pembicara, Bupati Wayan Adi Arnawa memaparkan materi bertema “Membangun Ekosistem Pariwisata 5.0, Integrasi Infrastruktur, Mobilitas dan Pemerataan Ekonomi Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Konsep ini menekankan pergeseran pengelolaan pariwisata dari kuantitas jumlah kunjungan (mass tourism) menuju penciptaan nilai pariwisata berkualitas (quality tourism) yang berkelanjutan. “Tantangan pariwisata Badung ke depan bukan hanya mempertahankan daya tarik dan meningkatkan kunjungan, tetapi memastikan pergerakan wisatawan memberikan manfaat ekonomi merata bagi masyarakat, termasuk di wilayah tengah dan utara,” ujar Adi Arnawa.

Guna mewujudkan pemerataan tersebut, Bupati menelurkan strategi “Beyond the South” untuk mendiversifikasi pengalaman wisata agar tidak menumpuk di pesisir selatan. Potensi warisan sejarah, desa wisata, budaya, hingga agrowisata akan diintegrasikan melalui penguatan konektivitas infrastruktur.

Sejumlah rencana strategis yang dipaparkan meliputi pengembangan Jalan Lingkar Selatan (JLS), jalan pintas Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat, serta transportasi terpadu berupa trem pesisir, Water Taxi, dan bus pengumpan (feeder). Aksesibilitas ini dirancang untuk mengurai kemacetan sekaligus membuka jalur ekonomi bagi UMKM, sektor pertanian, dan pengelola homestay di desa wisata.

Acara berskala nasional ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johanis Asadoma, anggota DPD RI Dapil Sumatera Barat Irman Gusman, Founder & Chair of MCORP Hermawan Kartajaya, Para Bupati dan Wali Kota se-Indonesia, Para Pimpinan Asosiasi dan Organisasi Pariwisata, Para Pimpinan Perusahaan, Akademisi, dan Praktisi Pariwisata.(JpBali).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button