BeritaDaerahPariwisata

Bangkitkan Desa Wisata Kamasan, Bupati Suwirta Lakukan Langkah Rebranding

 

KLUNGKUNG,JARRAKPOSBALI.com | Dalam Memperkenalkan kembali Desa Wisata Kamasan, Pemkab Klungkung lakukan berbagai macam terobosan salah satunya dengan cara rebranding, Karena Desa Wisata Kamasan tinggal dipoles sedikit saja, Agar supaya kembali menjadi Desa Wisata dikenal oleh Wisatawan. Hal tersebut disampaikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat mengunjungi kediaman I Made Sondra (77) pelukis wayang kamasan di Banjar Sangging, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Selasa (22/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut,Bupati Suwirta didampingi Camat Klungkung I Putu Arnawa serta perangkat desa setempat.

Bupati Suwirta menyampaikan, untuk membangkitkan kembali Desa Wisata Kamasan. Salah satu langkah yang akan dilakukan yaitu rebranding, sehingga Desa Wisata Kamasan yang tinggal dipoles sedikit saja, kembali benar-benar menjadi Desa Wisata yang dikenal oleh wisatawan,”tentu kami di Pemerintah Daerah tidak bisa sendiri harus adanya dukungan dan kerjasama yang baik dari akademisi dan pelaku pariwisata, sehingga Desa Wisata Kamasan yang tinggal dipoles sedikit saja, kembali benar-benar menjadi Desa Wisata,” harap Bupati Suwirta optimis.

Selanjutnya, Bupati Suwirta juga menambahkan,”Desa Kamasan ini tidak hanya bisa melihat bagaimana orang melukis wayang klasik Kamasan yang penuh dengan cerita-cerita pewayangan. Pemkab juga akan menyiapkan Home base Desa Wisata Kamasan dengan pusatnya di Balai Banjar Sangging. Dimana di dalam home itu akan memuat data base Desa Wisata, Kamasan, termasuk didalamnya Desa Tojan, Desa Gelgel, Desa Kampong Gelgel Dan Desa Kamasan ini sendiri, Namun, home base di Balai Banjar Sangging tahun ini tidak bisa dilanjutkan, mengingat anggaran yang disiapkan Pemkab mengalami refocusing, ” imbuh Bupati Suwirta.

 

Sementara itu, Pelukis Wayang Kamasan, I Made Sondra (77) mengucapkan, “saya mengucapkan terimakasih atas perhatian dan dukungan Pemkab Klungkung untuk kembali membangkitkan Desa Wisata Kamasan dimasa pendemi covid-19 ini, ” beber Made Sondra.

Selanjutnya, I Made Sondra juga menjelaskan,” saya mulai menggeluti seni lukis sejak tahun 1980’an bersama istri saya, Ni Ketut Murki .Dan untuk melukis ukuran 60cm dibutuhkan waktu seminggu sedangkan ukuran satu setengah meter dibutuhkan waktu sebulan, Dan saya juga pernah mengikuti pameran di Pesta Kesenian Bali, Art Center sebanyak 40 kali, “pungkas Made Sondra.(rls/td/JP) 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button